Berita

Ketua Pengurus Wilayah Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (PW Sapma PP) DKI Jakarta, Johanes Geraldy Purba. (Foto: RMOL)

Politik

Wapres Gibran Tak Ikut Disadap, Sapma PP Jakarta: Publik Tidak Bodoh

KAMIS, 05 NOVEMBER 2026 | 04:02 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Pengurus Wilayah Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (PW Sapma PP) DKI Jakarta mengecam keras dugaan tindak pidana penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Dalam kasus penyadapan tersebut, Bareskrim Polri telah menetapkan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka bersama Irjen Ahrie Sonta Nasution (ASN), dan Irjen Eko Hadi Santoso (EH).

"Ini adalah tindakan penyalahgunaan kekuasaan yang sangat telanjang dan brutal," kata Ketua PW SAPMA PP DKI Jakarta, Johanes Geraldy Purba dalam keterangannya pada Rabu, 4 November 2026.


Gerald juga menyoroti dugaan penggunaan perangkat Lawful Interception Management System (LIMS) dalam praktik penyadapan.

"Kami mencium aroma busuk skenario politik, publik tidak bodoh. Kenapa Presiden, para menteri, hingga pengusaha disadap, tetapi nama Wakil Presiden sama sekali tidak ada di dalam daftar target? Ada apa ini?" kata Gerald.

Dalam kasus ini, Sapma PP DKI Jakarta menyampaikan empat tuntutan. Pertama,  mendesak agar seluruh pihak yang diduga terlibat, mulai dari aktor intelektual, penyandang dana, hingga pihak yang memperoleh keuntungan dari data penyadapan, diusut tanpa pandang bulu.

Kedua, meminta para pelaku dijatuhi hukuman pidana maksimal sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Ketiga, mendesak pemerintah, DPR, dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melakukan audit.

Keempat, mengajak mahasiswa, pemuda, dan seluruh kader organisasi untuk kawal penanganan kasus tersebut hingga tuntas.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Baru 10 Jam, Tulisan SBY Soal Politik Liar Tembus 9 Juta Tayangan di X

Rabu, 04 November 2026 | 20:21

Menag Dorong PTKIN Jadi Pelopor Hilirisasi dan Inovasi Teknologi

Rabu, 04 November 2026 | 20:19

Polri Harus Jaga Integritas dan Kepercayaan Publik di Kasus Listyo Sigit

Rabu, 04 November 2026 | 20:17

Aturan Penyadapan Ilegal di Indonesia, Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku

Rabu, 04 November 2026 | 20:11

Ketum KNPI Minta Penegak Hukum Serius Usut Dugaan Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 20:07

Tanggapan Allianz Setelah Digugat Rp5,2 Miliar di PN Jaksel

Rabu, 04 November 2026 | 20:02

Jorindo Indonesia Gandeng Mubarak Dubai Jalin Kerja Sama Operasi Salvage

Rabu, 04 November 2026 | 19:57

4 Kasus Penyadapan Presiden Indonesia, dari Habibie hingga Prabowo

Rabu, 04 November 2026 | 19:52

BRI Kukuhkan 35 Penerima Beasiswa BRI Fellowship Journalism 2026

Rabu, 04 November 2026 | 19:49

Kasus Intimidasi Meningkat, Dewan Pers Tegaskan Komitmen Lindungi Wartawan

Rabu, 04 November 2026 | 19:48

Selengkapnya