Berita

Kegiatan "Aktivasi Creative Hub melalui Peningkatan Kapasitas Klinik Kekayaan Intelektual" di Auditorium RRI Kota Bogor pada Selasa 3 November 2026. (Foto: Kementerian Ekraf)

Pemerintahan

Kementerian Ekraf Dorong Karya Lokal Berdaya Saing dan dan Terlindungi Hukum

RABU, 04 NOVEMBER 2026 | 06:23 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Direktorat Pengembangan Fasilitasi Kekayaan Intelektual, Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf)/Badan Ekonomi Kreatif menggelar kegiatan "Aktivasi Creative Hub melalui Peningkatan Kapasitas Klinik Kekayaan Intelektual" di Auditorium RRI Kota Bogor pada Selasa 3 November 2026.

Acara ini dihadiri oleh 50 pegiat ekonomi kreatif terpilih dari wilayah Bogor dan sekitarnya, yang terdiri dari pelaku UMKM Ekraf, komunitas, hingga startup kreatif. 

Kegiatan ini digelar untuk menghidupkan fungsi Creative Hub sebagai wadah kolaborasi sekaligus memberikan sosialisasi dan edukasi langsung terkait pelindungan, penguatan, pemanfaatan, dan komersialisasi Kekayaan Intelektual (KI).


Kepala Subdirektorat Konsultasi dan Advokasi KI, Dini Andriani menegaskan pentingnya legalitas dan aspek ekonomi dari pelindungan KI.

Menurut Dini, di era digital dan industri kreatif yang kompetitif, karya inovatif tidak cukup hanya diciptakan, tetapi harus dilindungi. 

"Sertifikat Kekayaan Intelektual bukan sekadar formalitas, melainkan aset tak berwujud (intangible asset) yang dapat meningkatkan reputasi, mempermudah akses pembiayaan, serta membuka peluang ekspansi pasar nasional maupun internasional," kata Dini melalui keterangan tertulis.

Acara tersebut menghadirkan narasumber Agung Indriyanto (Pemeriksa Merek Madya/ Kapokja Pemeriksaan dan Pelayanan Teknis Merek, DJKI Kementerian Hukum) dan Georgian Marcello (Pegiat Ekonomi Kreatif dan Ketua REKA Bogor/Founder Batik Handayani Geulis).

Melalui kegiatan ini para peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, tetapi juga kesempatan untuk berdiskusi secara langsung kepada narasumber mengenai pendaftaran merek, hak cipta, desain industri, hingga paten atas karya-karya terbaik mereka.

Diharapkan melalui sinergi pentahelix --melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas, pelaku usaha, dan media --kegiatan ini mampu memperkuat iklim usaha ekraf di Bogor yang berdaya saing, adil, dan berkelanjutan.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya