Berita

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti dan jajaran dewan gubernur. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bursa

BI Tak Tinggal Diam Hadapi Prediksi Rupiah Tembus Rp20.000

JUMAT, 30 OKTOBER 2026 | 13:43 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti merespons prediksi nilai tukar Rupiah yang berpotensi menembus level Rp20.000 per Dolar Amerika Serikat (AS).

Destry menegaskan, BI memiliki komitmen kuat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan pasar keuangan global. 

Menurutnya, fundamental ekonomi Indonesia masih relatif baik dibandingkan negara-negara lain dalam kelompok setara (peer group).


"Kami di Bank Indonesia kan tugas kami menjaga stabilitas Rupiah. Jadi kalau kita lihat pergerakan Rupiah memang sangat banyak faktor yang mempengaruhi. Tapi kalau kita lihat dari fundamental ekonomi kita, sebenarnya kita dalam kondisi yang relatif oke dibandingkan dengan peer group kita," kata Destry kepada media di Jakarta, dikutip Jumat, 30 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, pergerakan Rupiah saat ini merupakan bagian dari fluktuasi pasar yang dipengaruhi mekanisme permintaan dan penawaran (supply and demand), serta persepsi investor terhadap kondisi perekonomian.

Selain faktor domestik, sentimen global juga memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan mata uang Garuda. Salah satunya adalah arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed).

"Tadi saya juga tunjukkan ada data juga bahwa pergerakan yang sekarang terjadi kita lihat itu bagian dari fluktuasi. Karena ini adalah market bebas dan pergerakan rupiah itu kan sangat tergantung juga dari supply demand dan persepsi," jelasnya.

Destry mencontohkan, sentimen positif terhadap Rupiah dapat muncul ketika The Fed memutuskan untuk tidak menaikkan suku bunga acuannya. Keputusan tersebut dapat langsung memengaruhi pergerakan mata uang di pasar global, termasuk Rupiah.

"Kalau kita lihat hari ini juga penguatan terjadi di global, oh Amerika gak naikkan suku bunga The Fed, dampaknya ternyata langsung positif. Jadi banyak faktor yang di luar kontrol dari kita," tambah Destry.

Meski demikian, Destry memastikan BI tetap memprioritaskan stabilitas nilai tukar rupiah. Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan iklim perekonomian yang kondusif, sehingga sektor riil dapat tumbuh dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.

"Tapi kami di Bank Indonesia kita sudah punya komitmen yang kuat bahwa fokus kita itu adalah memang menjaga stabilitas. Jadi stabilitas itu adalah pertama yang harus kita jaga supaya tercipta iklim ekonomi yang kondusif untuk nantinya ekonomi di sektor riilnya bisa tumbuh dan bisa membuka lapangan pekerjaan," tandasnya.

Sebagai informasi, mengutip data Bloomberg, nilai tukar Rupiah pada Jumat siang berada di level Rp18.167 per Dolar AS. Rupiah melemah 30 poin atau 0,17 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya