Berita

Pengusaha Nahdlatul Ulama HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur. (Foto: Dok. Pribadi)

Hukum

Dari Vietnam, Gus Lilur Desak KPK Usut Dugaan Politik Uang Muktamar NU

SELASA, 27 OKTOBER 2026 | 21:21 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pengusaha Nahdlatul Ulama HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur terus mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut tuntas dugaan politik uang atau jual beli suara pada penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU di Jombang.

Desakan tersebut disampaikan Gus Lilur yang saat ini sedang berasa di Hanoi dan Ho Chi Minh City, Vietnam dalam rangka penjajakan ekspansi bisnis batu bara serta kemitraan budi daya benih bening lobster (BBL).

"Saya tidak sedang menjalani dua hidup. Di dagang maupun di jam'iyyah, ukurannya satu, berani dibuka, berani diperiksa," tegas Gus Lilur dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 27 Oktober 2026.


Terkait agenda usahanya di Vietnam, Gus Lilur membidik kontrak pasokan batu bara hingga 20 juta metrik ton dengan skema CIF. Penandatanganan kontrak dijadwalkan berlangsung pekan depan. Selain batu bara, ia merintis kemitraan budi daya BBL yang berfokus pada alih teknologi serta penguatan industri dalam negeri.

Ia menepis anggapan miring soal berbisnis di negara berideologi komunis. Bagi Gus Lilur, ekspansi tersebut murni aktivitas ekonomi yang sesuai syariat.

"Perdagangan antarbangsa itu urusan muamalah, bukan akidah. Yang merusak itu bukan berdagang dengan siapa, melainkan berdagang dengan cara apa," ujarnnya.

Sementara terkait laporan di KPK yang dilayangkan pada 12 Oktober lalu, Gus Lilur mengungkap telah menyerahkan bukti-bukti awal mengenai alur dugaan aliran dana uang muka hingga pelunasan dalam pemilihan di Muktamar NU. Ia bahkan siap memfasilitasi sejumlah pengurus cabang yang berniat mengembalikan uang transaksi tersebut ke penyidik.

"Ibarat film, ini baru tayangan pembuka," celetuknya.

Di sisi lain, desakannya agar KH Miftachul Akhyar meletakkan jabatan Rais Aam terus disuarakan. Menurutnya, marwah kepemimpinan tertinggi ulama NU yang pernah diduduki Mbah Hasyim Asy'ari dan Mbah Wahab Chasbullah harus dijaga ketat, baik dari sisi keilmuan maupun integritas moral.

"Di pesantren, orang alim tidak pernah takut disimak. Justru itu kehormatannya," pungkas Gus Lilur.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Digiring ke Bareskrim, 10 Tersangka Sabu Blue Ice 1,2 Ton Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

KPK Bongkar Kejanggalan Status Bima-Richard dan Proyek Pengadaan BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

Menlu RI dan Singapura Bertemu, Bahas Penindakan Korporasi Pelaku Karhutla

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:47

Lula dan Prabowo dalam Angka juga Cerita

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:30

Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Tonggak Persatuan Bangsa

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:22

Dari Vietnam, Gus Lilur Desak KPK Usut Dugaan Politik Uang Muktamar NU

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:21

BRIN Percepat Uji Klinis 19 Kandidat Obat Herbal Menuju Fitofarmaka

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:16

Koperasi Jadi Motor Ekonomi Desa di Era Prabowo-Gibran

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:12

BCA Catat Laba Bersih Rp45,2 Triliun, Naik 4,2 Persen

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:05

Daftar Peringkat Ballon d'Or 2026: Harry Kane Juara, Messi Posisi Kelima

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya