Berita

Kolase Ahmad Khozinudin dan Prof. Yusril Ihza Mahendra. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Hukum

Dorong Pemakzulan Gibran, Ahmad Khozinudin Cs Bakal Sambangi Kantor Yusril

SELASA, 27 OKTOBER 2026 | 05:11 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kuasa hukum Tim Advokasi Penegak Etika, Moral dan Integritas Bangsa, Ahmad Khozinudin terus mendorong pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka usai keluar Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 01/PHP.PNS/XIV/2026 terkait Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU). 

Hari ini, Selasa 27 Oktober 2026, Ormas Pejabat dan Aliansi Rakyat Menggugat/ARM, didampingi Tim Advokasi Penegak Etika, Moral dan Integritas Bangsa, akan mendatangi Kantor Menko Hukum, HAM dan Imipas Prof Yusril Ihza Mahendra.
  
“Proses pemakzulan sebagai tindak lanjut/konsekuensi hukum putusan MK dimulai dari DPR. Namun, bukan berarti eksekutif /pemerintah bisa berdiam diri,” kata Khozinudin dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta.


Menurut dia, pemerintah wajib menyiapkan skenario peralihan kekuasaan Wapres baik karena dimakzulkan atau mengambil inisiatif berhenti (mundur) sesuai mekanisme konstitusi.

“Apalagi, saat jabatan Wapres kosong maka Presiden wajib mengirimkan 2 nama wapres pengganti kepada MPR, untuk dipilih dan ditetapkan sebagai Wapres,” jelasnya.

Khozinudin menilai Prof Yusril Ihza Mahendra selaku Menko Hukum, HAM & Imipas sekaligus ahli hukum tata negara wajib memberikan kajian hukum dan rekomendasi kepada Presiden. 

“Prof Yusril tak bisa berdalih akan terjadi kekacauan hukum, atau berdalih bawahan Presiden dan Wapres Gibran, sehingga mengambil posisi pasif dalam perkara ini,” tegasnya.

“Apalagi, tanggung jawab sejarah bangsa, juga ada di pundak Prof Yusril. Pada era Soeharto, Prof Yusril memiliki peran penting dan krusial dalam menyiapkan mekanisme ketatanegaraan untuk dijadikan sandaran legitimasi hukum pernyataan Soeharto berhenti dari jabatan Presiden Republik Indonesia,” pungkas Khozinudin.


Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Digiring ke Bareskrim, 10 Tersangka Sabu Blue Ice 1,2 Ton Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

KPK Bongkar Kejanggalan Status Bima-Richard dan Proyek Pengadaan BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

Menlu RI dan Singapura Bertemu, Bahas Penindakan Korporasi Pelaku Karhutla

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:47

Lula dan Prabowo dalam Angka juga Cerita

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:30

Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Tonggak Persatuan Bangsa

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:22

Dari Vietnam, Gus Lilur Desak KPK Usut Dugaan Politik Uang Muktamar NU

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:21

BRIN Percepat Uji Klinis 19 Kandidat Obat Herbal Menuju Fitofarmaka

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:16

Koperasi Jadi Motor Ekonomi Desa di Era Prabowo-Gibran

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:12

BCA Catat Laba Bersih Rp45,2 Triliun, Naik 4,2 Persen

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:05

Daftar Peringkat Ballon d'Or 2026: Harry Kane Juara, Messi Posisi Kelima

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya