Berita

Peserta didik menggunakan masker untuk melindungi diri dari asap Karhutla. (Foto: istimewa)

Nusantara

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

RABU, 21 OKTOBER 2026 | 15:53 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah provinsi memperkuat langkah antisipasi dampak asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang dilaporkan telah mencapai atmosfer Jakarta.

Menurut Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino, penggunaan water mist saja tidak cukup mengantisipasi potensi dampak asap. Pemprov DKI perlu bertindak dalam beberapa hal.

Antara lain, memperketat pemantauan kualitas udara, memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah penyangga, serta memastikan perlindungan kesehatan masyarakat.


“Penanganannya harus konkret dan terukur. Tidak hanya mengandalkan water mist,” ujar Wibi, Rabu, 21 Oktober 2026.

Legislator Partai Nasdem itu menegaskan, penanganan harus menyasar sumber asap. Bukan sekadar mengurangi dampak pencemaran di Jakarta. Karena itu, dibutuhkan koordinasi lintas daerah. Sehingga, pengendalian Karhutla dan penanganan dampaknya berjalan terpadu.

Wibi juga meminta pemantauan kualitas udara secara real-time. Menginformasikan secara terbuka kepada masyarakat.
Data tersebut harus menjadi dasar penentuan langkah perlindungan. Terutama bagi anak-anak dan lanjut usia (Lansia) yang rentan terhadap pencemaran udara.

Tak hanya itu, lanjut Wibi, Pemprov DKI bisa mempertimbangkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Bila kualitas udara memburuk hingga membahayakan kesehatan.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya