Berita

Ketua DPP PDIP Komaruddin Watubun (tengah). Foto: RMOL/Faisal Aristama

Politik

Dua Tahun Prabowo-Gibran Diwarnai Unjuk Rasa, PDIP: Biarlah Rakyat yang Menilai

RABU, 21 OKTOBER 2026 | 11:34 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Aksi massa di sejumlah daerah hingga Jakarta terkait evaluasi dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka, direspons Ketua DPP PDIP Komaruddin Watubun.

Menurut Komaruddin, aksi mahasiswa dan mahasiswa dalam mengemukakan pendapat merupakan hak konstitusional warga negara. Terlebih, rakyat Indonesia sudah merasakan bagaimana selama dua tahun terakhir kepemimpinan Prabowo-Gibran. 

“Penilaian itu sudah terekspresi lewat demo-demo di ribut-ribut di mana-mana, jadi saya tidak usah komentar, Anda bisa lihat sendiri kan? Dan termasuk kau sendiri merasakan apa yang ada hari ini, itu yang penting,” kata Komaruddin kepada wartawan di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu, 21 Oktober 2026.


Atas dasar itu, Komaruddin enggan berkomentar terlalu jauh mengenai dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. 

Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PDIP itu pun kembali menegaskan bahwa rakyat Indonesia bisa menilai sendiri bagaimana pemerintah hari ini. 

“Kalau saya ini politisi, apalagi orang di luar pemerintah. Kalau saya ngomong pasti dibilang, "Ah itu kan lawan oposisi, jadi ngomong." Jadi biarlah rakyat yang menilai,” pungkasnya.

Pada Selasa kemarin, 20 Oktober 2026, ribuan mahasiswa hingga masyarakat sipil menggelar demonstrasi di sejumlah titik, mulai dari Kalimantan, Yogyakarta, Bandung, hingga Jakarta. Massa menyuarakan berbagai evaluasi terhadap dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka. 

Salah satunya di Jakarta, mahasiswa dan masyarakat sipil membawa lima tuntutan aksi yakni; 

Menetapkan karhutla sebagai bencana nasional dan untuk pulihkan ekosistemnya.

1. Membenahi tata kelola kebijakan ekonomi untuk memberantas ketimpangan sosial yang sampai hari ini masih terjadi.

2. Menghentikan penyempitan ruang sipil dan militerisasi.

3. Memberantas KKN yang semakin mengkhawatirkan.

4. Menurunkan biaya pendidikan dan mewujudkan sistem pendidikan yang mengabdi kepada rakyat.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya