Berita

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dan Ketua MUI Pusat (MUI) KH M. Anwar Iskandar. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Pelarangan Vape Lindungi Generasi Muda dari Ancaman Narkotika

SABTU, 17 OKTOBER 2026 | 04:14 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Usulan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto terkait pelarangan rokok elektrik atau vape di Indonesia mendapat dukungan dari Analis Kebijakan Publik dan Sosial-Politik Nasional, Nasky Putra Tandjung.

"Ini merupakan upaya melindungi kesehatan masyarakat, mencegah penyalahgunaan narkotika, dan menjaga masa depan generasi muda Indonesia," kata Nasky, dikutip Sabtu 17 Oktober 2026.

Kapolri sebelumnya meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan fatwa haram terkait rokok elektrik atau vape.


Nasky menilai, inisiatif Kapolri tersebut mencerminkan pentingnya pendekatan lintas sektor dalam menghadapi perkembangan modus kejahatan narkotika yang semakin kompleks. 

Menurutnya, upaya perlindungan generasi muda tidak cukup hanya mengandalkan penindakan setelah kejahatan terjadi, tetapi juga harus diperkuat melalui pencegahan, deteksi dini, pengawasan distribusi, serta edukasi publik.

“Ini bukan semata-mata persoalan gaya hidup, melainkan menyangkut kesehatan publik, keselamatan generasi muda, ketahanan sosial, dan masa depan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” kata Nasky.

Founder Demokrasi dan Sosial-Politik Indonesia itu berpandangan bahwa perkembangan modus penyalahgunaan perangkat rokok elektrik harus menjadi perhatian bersama. 

Apabila perangkat tersebut terbukti digunakan sebagai sarana konsumsi narkotika, aparat penegak hukum perlu memperkuat pengawasan, pengujian laboratorium terhadap kandungan cairan, penelusuran jaringan pemasok, serta penindakan terhadap pelaku sesuai ketentuan hukum.

“Ancaman narkotika tidak selalu hadir dalam bentuk yang mudah dikenali. Ketika modus penyalahgunaan berkembang, negara harus memperkuat kemampuan deteksi dini dan memastikan masyarakat terlindungi," kata Nasky.

Ia menegaskan, penyalahgunaan narkotika yang menyasar generasi muda dapat menimbulkan konsekuensi serius, mulai dari gangguan kesehatan, persoalan sosial dan keluarga, hingga penurunan produktivitas serta kualitas sumber daya manusia.

"Pemberantasan narkotika perlu ditempatkan sebagai agenda strategis yang melibatkan seluruh komponen bangsa," pungkas Nasky.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya