Berita

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Jumat, 16 Oktober 2026. (Foto: tangkapan layar)

Bursa

Kapolri Turun Tangan Usut Dugaan Pidana Pasar Modal

JUMAT, 16 OKTOBER 2026 | 17:43 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto akan menurunkan tim khusus untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran maupun tindak pidana di pasar modal.

Langkah tersebut disampaikan Jenderal Suyudi saat mendatangi Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani, Jumat, 16 Oktober 2026.

“Kami dari Polri tentunya akan menurunkan tim dari Bareskrim Polri sesuai dengan informasi dan pengaduan yang kami dapatkan adanya dugaan pelanggaran maupun tindak pidana pasar modal,” kata Suyudi di Gedung BEI, Jakarta.


Ia menegaskan, Polri akan mengumpulkan alat bukti sebelum mengambil tindakan hukum terhadap dugaan pelanggaran yang ditemukan.

“Dengan alat bukti yang akan kami kumpulkan, kami akan melakukan tindakan yang tegas dalam rangka memberikan kepastian hukum terkait dengan permasalahan di dunia pasar modal ini,” tegasnya.

Kehadiran Polri di tengah proses penegakan hukum pasar modal diharapkan dapat memperkuat kepastian hukum serta menindaklanjuti dugaan pelanggaran berdasarkan bukti dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Kedatangan Suyudi bersama Dasco dan Rosan berlangsung di tengah tekanan tajam pasar saham. Pada perdagangan Jumat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengalami penghentian sementara perdagangan atau trading halt setelah penurunan indeks mencapai ambang batas yang ditetapkan.

Dalam pertemuan tersebut, turut hadir Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hasan Fawzi.

OJK memaparkan perkembangan pemeriksaan terhadap sejumlah emiten yang menjadi perhatian investor, termasuk dugaan manipulasi perdagangan saham dan persoalan dalam proses penawaran umum.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Wamenko Dradjad: Penilaian MSCI Tidak Selalu Benar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 16:23

Trump Bicara Soal Denuklirisasi dengan Rusia dan Tiongkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:43

PGN Perkuat Efisiensi dan Daya Saing Bisnis Melalui Inisiatif Dekarbonisasi Berkelanjutan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:22

Kawasan Industri Diajak Cak Imin Bantu Korban Karhutla

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:11

OJK Denda DSSA, BREN, CUAN Rp2,1 Triliun, Sanksi 835 Pihak Tembus Rp390 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:03

DIM RUU Migas Hampir Rampung 90 Persen

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:00

Airlangga Heran MSCI Mendadak Ancam Cabut Status Emerging Market RI Usai Bertemu Menkeu-BI di Bangkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:52

Pimpin Nasdem Garut, Lola Nelria: Partai Harus Hadir dalam Kehidupan Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:46

Houthi Serang Istana Presiden Yaman, Lima Meninggal Dunia

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:41

Kopdes Butuh Talenta Utuh agar Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:34

Selengkapnya