Berita

Ilustrasi usaha galon isi ulang. (Foto: AI Gemini)

Industri

Pengusaha DAMIU Pakai Galon Bermerek Bisa Berujung Pidana

JUMAT, 16 OKTOBER 2026 | 16:20 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pengusaha depot air minum isi ulang (DAMIU) dilarang menggunakan galon dan tutup galon bermerek milik produsen air minum dalam kemasan (AMDK). Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat berujung sanksi administratif hingga pidana, bergantung pada bentuk pelanggarannya.

Peringatan itu disampaikan kepada ratusan pengusaha DAMIU dalam seminar dan pelatihan bertema Pengelolaan Depot Air Minum dari Produksi hingga Distribusi yang digelar Asosiasi Usahawan Depot Air Minum Sehat Indonesia (AUDAMSI) bersama Dinas Kesehatan Kota Bogor di Aula Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor baru-baru ini.

Direktur Pemberdayaan Konsumen Kementerian Perdagangan, Imanuel Tarigan Sibero mengatakan, penggunaan galon bermerek untuk menampung air isi ulang berpotensi menyesatkan konsumen. Wadah tersebut bisa menimbulkan kesan bahwa air yang dijual merupakan produk asli dari merek yang tercantum pada galon.


“Jika air isi ulang diisi ke dalam galon bermerek, itu terlihat seolah-olah air itu benar-benar dari brand galon itu. Konsumen bisa tertipu dan mengira bahwa itu benar-benar air dari galon bermerek, padahal sudah isi ulang,” kata Imanuel dikutip pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Ia mengingatkan, penggunaan galon dan tutup bermerek oleh DAMIU dapat menimbulkan persoalan hukum, terutama jika melanggar ketentuan mengenai merek dan perlindungan konsumen.

Ketentuan mengenai wadah DAMIU juga diatur dalam Pasal 7 Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 651/MPP/Kep/10/2004 tentang Persyaratan Teknis Depot Air Minum dan Perdagangannya. Aturan tersebut menyebutkan bahwa depot air minum hanya diperbolehkan menyediakan wadah tidak bermerek atau polos, termasuk tutupnya.

Imanuel menjelaskan, pelanggaran terhadap ketentuan operasional DAMIU dapat dikenai tindakan administratif berupa teguran lisan atau tertulis, penghentian sementara kegiatan, hingga pencabutan izin usaha. Sementara itu, konsekuensi pidana bergantung pada unsur pelanggaran dan ketentuan hukum yang berlaku.

Senada, Kepala Subdirektorat Minuman dan Bahan Pengawet Kementerian Perindustrian, Endang Purweni, menegaskan bahwa pengusaha DAMIU tidak diperbolehkan menggunakan galon bermerek milik produsen AMDK.

“Secara aturan tidak boleh,” tegas Endang.

Menurutnya, air isi ulang harus dibedakan dari produk AMDK agar konsumen tidak keliru mengenali produk yang dibeli. Penggunaan galon AMDK untuk menjual air isi ulang juga berpotensi menimbulkan keberatan dari produsen pemilik merek.

Sementara itu, anggota Majelis Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Bogor, Marusaha Doloksaribu, mengimbau pengusaha DAMIU menjalankan usaha sesuai ketentuan perundang-undangan untuk menghindari persoalan hukum.

“Ini saya hanya anjuran saja untuk menghindari pasal pidana atau konsekuensi undang-undang,” ujarnya.

Wakil Ketua Umum AUDAMSI, Desmanjon Purba, menambahkan bahwa pengusaha DAMIU juga perlu memperhatikan ketentuan kesehatan dan kualitas air. Ia merujuk Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 yang mengatur persyaratan kesehatan lingkungan, termasuk pemeriksaan kualitas air sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut Desmanjon, pelatihan tersebut digelar untuk meningkatkan pemahaman pengusaha mengenai standar kesehatan, perizinan usaha, serta kewajiban memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Persyaratan SLHS antara lain mencakup hasil pemeriksaan laboratorium, kelayakan tempat dan peralatan, kondisi lokasi yang higienis, inspeksi kesehatan lingkungan oleh dinas kesehatan, serta pemenuhan persyaratan pelatihan keamanan pangan sesuai ketentuan.

Desmanjon menilai edukasi tersebut penting karena masih ada pengusaha yang belum memahami kewajiban dan larangan dalam menjalankan usaha DAMIU.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya