Berita

Wamenko Perekonomian Dradjad Hari Wibowo. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Pemerintahan

Wamenko Dradjad: Penilaian MSCI Tidak Selalu Benar

JUMAT, 16 OKTOBER 2026 | 16:23 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo mengingatkan investor domestik agar tidak menelan mentah-mentah penilaian penyedia indeks global MSCI Inc. terkait pasar modal Indonesia.

Hal tersebut dikatakan Dradjad menyusul langkah MSCI yang mempertimbangkan penurunan status Indonesia dari pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market).

Dradjad mengakui MSCI memiliki reputasi tinggi. Namun, menurutnya, keputusan MSCI tidak selalu memberikan gambaran terbaik bagi investor dalam menentukan pilihan investasi.


“MSCI itu punya reputasi tinggi, ini iya, bahwa kita juga perlu memperhatikan apa yang mereka sampaikan, iya. Tapi satu yang ingin saya sampaikan, mereka tidak selalu benar,” kata Dradjad di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta pada Jumat, 16 Agustus 2026.

Dradjad menyinggung analisis Deutsche Börse, operator bursa saham Jerman, yang membandingkan kinerja indeks DAX Jerman dengan MSCI World, saham-saham yang direkomendasikan MSCI.

Menurutnya, analisis tersebut menunjukkan bahwa ketika indeks DAX menguat, kinerja MSCI World justru dapat mencatat hasil negatif. Kondisi itu, kata dia, memperlihatkan bahwa mengikuti indeks MSCI tidak selalu menghasilkan keuntungan yang lebih baik.

"Mereka (Deutsche Börse) bisa menunjukkan bahwa ketika DAX, itu apa namanya, bursa Jerman, itu naik tinggi, MSCI World, yang betul-betul dianggap dunianya MSCI, ya saham-saham yang direkomendasikan MSCI, malah negatif. Artinya apa? Artinya tidak semua yang dilakukan oleh MSCI itu menguntungkan bagi investor," tuturnya.

Dia juga menyoroti komposisi MSCI World yang didominasi saham-saham Amerika Serikat dan sektor teknologi. Menurutnya, besarnya bobot kedua kelompok tersebut dapat memengaruhi kinerja indeks secara keseluruhan.

"Karena memang MSCI ini saham-sahamnya itu 70 persen didominasi saham Amerika, kemudian 30 persen didominasi oleh saham teknologi. Jadi ada bias Amerika di situ, maksudnya bukan bias, ada terlalu bobot Amerika terlalu besar di situ," katanya.

Karena itu, Dradjad menilai investor perlu memahami karakteristik indeks yang dijadikan acuan dan tidak sekadar mengikuti rekomendasi atau keputusan penyedia indeks.

Dia meminta investor domestik melakukan perhitungan secara mandiri dengan mempertimbangkan potensi saham-saham di pasar modal Indonesia, alih-alih hanya mengikuti penilaian lembaga penyedia indeks global.

"Satu hal yang ingin saya sampaikan kepada teman-teman investor domestik, ini tolong lakukan sendiri, hitung-hitungannya sendiri," tutur dia.

Meski mengkritisi penilaian MSCI, Dradjad menegaskan bahwa pemerintah tetap perlu melakukan pembenahan pasar modal, terutama dari sisi tata kelola dan implementasi regulasi.

“Betul apa yang dilakukan MSC, kita memang harus melakukan reformasi di pasar modal kita, tata kelola harus kita perbaiki, tapi tolong teman-teman investor hitung sendiri. Anda lebih tahu mengenai pasar modal kita,” tandasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya