Berita

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi, Destry Anna Sari. (Foto: RMOL)

Bisnis

Kopdes Butuh Talenta Utuh agar Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Desa

JUMAT, 16 OKTOBER 2026 | 14:34 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Keberhasilan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tidak cukup ditopang oleh penempatan manajer. 

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi, Destry Anna Sari, menyatakan bahwa koperasi desa membutuhkan talenta yang utuh dan ekosistem usaha yang terhubung agar mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi desa.

"Manajer adalah awal, bukan akhir. Koperasi desa berhasil kalau talentanya utuh dan usahanya tersambung," kata Destry saat jumpa pers di Kantor Kemenkop Jakarta, Jumat, 16 Oktober 2026.


Destry menjelaskan bahwa seluruh upaya penguatan berangkat dari anggota. Dalam koperasi, anggota memegang 4 fungsi sekaligus, yaitu pemilik, pemodal, produsen, dan pasar. 

"Talenta koperasi adalah orang yang paham apa yang dimiliki anggota dan apa yang dibutuhkan anggota. Semua program kami berangkat dari situ," ujarnya.

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi menjalankan penguatan KDKMP melalui tiga pilar yakni talenta yang utuh dibangun dari hulu melalui literasi koperasi kepada masyarakat, perguruan tinggi, dan sekolah dasar serta menengah. Peningkatan kapasitas tidak hanya menyasar manajer, tetapi juga anggota, pengurus, dan pengawas.

Lalu penguatan sebagai proses di mana pendampingan dan magang pengurus di koperasi yang sudah berjalan dilakukan secara berkelanjutan, agar dalam masa transisi dua tahun setiap koperasi siap mengelola usahanya sendiri.

Kemudian usaha yang tersambung. Koperasi yang sudah berjalan dihubungkan dengan KDKMP sebagai pembeli hasil desa (offtaker) dan mitra kerja sama antarkoperasi, dari gerai ritel sampai gerai potensi desa, dengan permodalan yang berangkat dari simpanan anggota. 

Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2026 menetapkan penugasan operasionalisasi KDKMP kepada PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) selama 2 tahun. 

Penugasan tersebut merupakan masa transisi yang tidak mengalihkan, mengurangi, atau mengambil alih kedudukan dan kewenangan rapat Anggota, pengurus, dan pengawas. Selama masa itu, manajer menjalankan operasional harian dan berkoordinasi dengan pengurus dan pengawas.

"Manajer menjalankan operasional harian bersama pengurus dan pengawas. Keputusan tertinggi tetap di Rapat Anggota, karena koperasi tetap milik anggota," tegas Destry.

Perpres yang sama menetapkan KDKMP sebagai pusat distribusi barang bersubsidi, paling sedikit pupuk bersubsidi, LPG tabung 3 kilogram, dan jenis bahan bakar minyak tertentu. 

Penunjukan KDKMP sebagai penyalur dilakukan secara prioritas, dengan termin pembayaran 30 hari kerja atau melalui rekening terkendali.

"Pupuk, LPG, dan BBM bersubsidi membawa warga ke koperasi. Tugas kami memastikan warga yang datang itu pulang sebagai pemilik, bukan hanya penerima," kata Destry.

Menurut Destry, penyaluran barang bersubsidi tetap dilakukan tepat sasaran kepada warga yang berhak. Adapun arah usaha koperasi dan pembagian sisa hasil usaha tetap diputuskan anggota melalui Rapat Anggota.

"Koperasi desa tidak kami biarkan berjalan sendiri. Koperasi yang sudah berjalan kami sambungkan sebagai pembeli hasil, mitra usaha, dan tempat belajar," pungkasnya.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya