Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Pemerintahan

Pengumuman MSCI Pengaruhi Gejolak Pasar, Reformasi Pasar Modal jadi Catatan

JUMAT, 16 OKTOBER 2026 | 14:13 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendesak progres reformasi pasar modal Indonesia ditunjukkan secara konkret kepada investor domestik maupun asing.

Hal tersebut dikatakan Airlangga menyusul langkah penyedia indeks global MSCI Inc. yang mempertimbangkan penurunan status Indonesia dari pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market).

Airlangga menilai, implementasi reformasi menjadi catatan penting yang harus segera ditindaklanjuti pemerintah bersama otoritas pasar modal. Menurutnya, langkah pembenahan tidak cukup hanya dijanjikan, tetapi juga harus menunjukkan perkembangan yang terukur.


“Reform itu harus dijalankan dan progresnya itu harus kelihatan. Terutama progresnya harus kelihatan bagi para investor dalam negeri maupun luar negeri,” kata Airlangga di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat, 16 Oktober 2026.

Dia mengungkapkan, pengumuman MSCI kali ini datang lebih cepat dari perkiraan pemerintah. Sebelumnya, pengumuman tersebut diperkirakan baru disampaikan pada November, tetapi MSCI justru mengeluarkannya pada Oktober.

Airlangga menyebut MSCI juga memberikan tenggat evaluasi lanjutan pada April dan Juni tahun depan. Karena itu, pemerintah perlu memastikan berbagai komitmen pembenahan pasar modal dapat diimplementasikan sesuai target.

Menurutnya, salah satu persoalan yang menjadi perhatian MSCI adalah lamanya proses implementasi regulasi terhadap tindakan yang dilakukan pelaku pasar modal.

“Kalau kita lihat terkait dengan bidang implementasi daripada regulasi terhadap tindakan yang dilakukan oleh pasar modal, ini kan mereka merasa periodenya agak panjang,” ujarnya.

Airlangga mengatakan pemerintah perlu menjelaskan alasan di balik lamanya proses implementasi tersebut, termasuk tahapan yang harus dilalui sebelum kebijakan dapat diterapkan.

“Nah ini yang harus dijelaskan mengapa prosesnya membutuhkan waktu,” katanya.

Pemerintah, lanjut Airlangga, akan membahas persoalan tersebut bersama Bursa Efek Indonesia (BEI). Dia berharap pembenahan pasar modal ke depan memiliki langkah yang lebih konkret dengan jadwal pelaksanaan yang jelas.

“Tentu ini kita akan bicara dengan Bursa (BEI) bahwa kita berharap bahwa langkahnya konkret beserta timelinenya,” ujarnya.

Di tengah perkembangan tersebut, pemerintah juga menjadwalkan pertemuan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada hari ini.

Pertemuan itu berlangsung saat pasar keuangan domestik berada di bawah tekanan. Nilai tukar rupiah kembali menembus level Rp18.000 per Dolar AS, sementara perdagangan saham di BEI sempat dihentikan sementara (trading halt).

Airlangga sebelumnya menyebut pengumuman MSCI menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tekanan pasar. Meski demikian, dia menilai fundamental ekonomi Indonesia masih kuat dan gejolak yang terjadi saat ini lebih dipengaruhi sentimen pasar.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kemitraan PLN Perkuat KDKMP jadi Penggerak Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:16

Pemerintah Serap Masukan Akademisi hingga Peneliti untuk Perkuat Ekonomi Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:53

Tak Hanya Tunjuk Kepala Baru, Pemerintah Diminta Serius Benahi BNPB

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:23

BUK dan Bukti Kegagalan SKK Migas

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:59

Korupsi Dana Bencana Bentuk Pengkhianatan terhadap Amanah Kemanusiaan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:29

Wajah Muda Kemiskinan yang Berubah

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:58

Maruli Berjabat Tangan dengan Gibran

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:29

Lokasi Ledakan di Pasar Cimanggis-Ciputat Bukan SPPG

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:00

Selain Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala Perwakilan BPK Jateng Ahmad Luthfi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:45

Perpaduan Kekuatan Laut dan Udara Warnai Demo Pendaratan Amfibi di Pantai Banongan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:08

Selengkapnya