Berita

Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil, Maruli Simanjuntak (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Pemerintahan

Maruli Andalkan Sistem Swakelola untuk Bangun Daerah Terpencil

JUMAT, 16 OKTOBER 2026 | 11:08 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Wakil Panglima TNI sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil, Jenderal Maruli Simanjuntak, bakal mengoptimalkan sistem swakelola untuk mempercepat pembangunan di kawasan perbatasan dan daerah terpencil.

Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pembangunan sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi warga. 

Maruli menilai, pengelolaan kawasan perbatasan perlu dilakukan secara efektif melalui penguatan koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, tanpa harus selalu bergantung pada anggaran badan.


“Ya, sebetulnya (sistem swakelola) itu yang sedang saya coba ya, karena kita ini baru pertama memulai, kita sudah dalam dua tahun terakhir ini bersama dengan Presiden,” kata Maruli di Istana Merdeka, Jakarta, dikutip Jumat, 16 Oktober 2026. 

Pengalaman selama dua tahun terakhir saat menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) menjadi bekal Maruli untuk mengembangkan sistem tersebut. 

Salah satunya melalui Program Jembatan Garuda, yang melibatkan personel TNI AD dan masyarakat setempat dalam pembangunan jembatan perintis guna meningkatkan konektivitas wilayah terpencil.

Menurut Maruli, sistem swakelola memungkinkan pembangunan infrastruktur dilakukan dengan biaya lebih efisien dibandingkan metode konvensional. 

Skema tersebut bahkan berpotensi menekan biaya pembangunan hingga di bawah 50 persen dari rencana anggaran biaya (RAB) konvensional.

“Nilainya sangat rendah. Mungkin (pemangkasan biayanya) di bawah 50%. Inilah yang mungkin kita terus akan upgrade di daerah-daerah tersebut,” kata Maruli.

Untuk mendukung pelaksanaan program, Maruli juga membuka peluang koordinasi dengan berbagai satuan TNI yang bertugas di daerah, termasuk Batalion Teritorial Pembangunan (Yon TP), TNI Angkatan Udara, dan TNI Angkatan Laut. 

Selain mendorong pemerataan pembangunan, ia menegaskan pentingnya memastikan kejelasan batas wilayah Indonesia dengan negara tetangga, termasuk terkait batas lahan dan pemanfaatannya.

“Di daerah-daerah ada Yon TP (Batalion Teritorial Pembangunan), kita akan pergunakan. Ada mungkin Angkatan Udara yang kadang-kadang mereka juga banyak di daerah pesisir, (atau) Angkatan Laut. Jadi, mereka kalau mungkin (diperbantukan), (karena) saya di posisi Wakil Panglima, akan membantu untuk berkoordinasi,” ucapnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya