Berita

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB, Arzeti Bilbina (Foto: Dokumen Istimewa)

Parlemen

Kasus ISPA Akibat Karhutla Tembus 283 Ribu, Komisi IX DPR Desak KLB Nasional

JUMAT, 16 OKTOBER 2026 | 11:01 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi IX DPR RI mendesak pemerintah mengkaji penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) atau krisis kesehatan tingkat nasional menyusul dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian mengkhawatirkan.

Desakan itu disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB, Arzeti Bilbina, setelah mencermati kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang mencapai 283.270 kasus di 63 kabupaten/kota di tujuh provinsi. 

Lonjakan itu juga menjadi peringatan bahwa dampak karhutla tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat, terutama anak-anak.


“Kabut asap karhutla sudah menjadi ancaman kesehatan masyarakat, bukan lagi sekadar masalah lingkungan. Penanganannya tidak boleh hanya berfokus pada pemadaman api, sementara warga yang menghirup asap setiap hari luput dari perhatian,” tegasnya kepada wartawan, Jumat, 16 Oktober 2026.

Merujuk data Kementerian Kesehatan per 13 Oktober 2026, sebanyak 63.711 kasus ISPA menyerang balita berusia 0–5 tahun. Sementara itu, Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan masing-masing mencatat kasus yang menembus angka 74 ribu.

Arzeti menilai, pemerintah perlu menggunakan instrumen regulasi yang tersedia untuk mempercepat penanganan krisis kesehatan di wilayah terdampak.

“Aturannya sudah ada dalam Permenkes Nomor 1 Tahun 2026. Yang dibutuhkan sekarang adalah keputusan untuk menggunakannya agar koordinasi pusat dan daerah, distribusi tenaga kesehatan, serta anggaran bergerak lebih cepat,” katanya.

Legislator PKB ini pun mengapresiasi pengerahan 2.106 tenaga medis dan distribusi 2,8 juta masker oleh Kemenkes. Namun, upaya tersebut dinilai perlu diperkuat dengan koordinasi nasional agar penanganan tidak bergantung pada kemampuan masing-masing daerah.

“Aturan ini memungkinkan penetapan status krisis kesehatan hingga tingkat nasional dan pendanaan gabungan APBN. Tanpa payung status yang jelas, penanganan hanya bergantung pada kemampuan masing-masing daerah,” tegas Arzeti.

Selain mendorong kajian status krisis kesehatan, legislator PKB itu meminta Kemenkes membuka data pembanding kasus ISPA pada periode yang sama tahun sebelumnya. Transparansi data diperlukan untuk mengukur peningkatan kasus secara objektif sekaligus menilai apakah kriteria KLB telah terpenuhi sesuai ketentuan.

“Kemenkes harus membuka data pembanding kasus ISPA periode yang sama tahun lalu. Data tersebut diperlukan untuk mengukur lonjakan kasus secara objektif dan menilai apakah kriteria KLB telah terpenuhi,” ujarnya.

Arzeti juga menyoroti kualitas udara di sejumlah wilayah yang dilaporkan memburuk. Data stasiun pemantau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kemenkes mencatat 13 wilayah berada dalam kategori berbahaya dan 11 daerah masuk kategori sangat tidak sehat akibat paparan partikel halus dari asap karhutla.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut langkah konkret untuk melindungi masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan, melalui pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau serta penanganan medis yang cepat.

“Kondisi udara di lapangan sangat mengkhawatirkan dengan belasan daerah masuk kategori berbahaya. Keselamatan jiwa warga dan anak-anak harus diprioritaskan lewat tindakan medis nyata,” pungkasnya.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya