Berita

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Brigjen Aries Syahbudin (Foto: Dokumen Korlantas Polri)

Keamanan

Kakorlantas Jamin Transparansi Pelayanan dan Tindak Tegas Personel yang Bersalah

JUMAT, 16 OKTOBER 2026 | 10:45 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Personel Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri yang terbukti melakukan pungutan liar (pungli) dipastikan akan ditindak secara tegas, dengan sanksi pencopotan dari tugas atau jabatan pada hari yang sama sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebaliknya, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Brigjen Aries Syahbudin menjamin bahwa setiap pengaduan masyarakat (dumas) wajib diproses sesuai standar operasional prosedur (SOP) secara profesional, transparan, dan akuntabel.

"Arahan ini sejalan dengan Commander’s Wish Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dengan tagline 'Polisi Bersama Masyarakat', sebagai komitmen untuk memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat dan mewujudkan pelayanan publik yang bersih, profesional, humanis, serta bebas dari praktik pungli," kata Aries saat memberikan arahan Commander’s Wish kepada para Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda dan Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) di seluruh Indonesia melalui Zoom Meeting, dikutip Jujmat 16 Oktober 2026.


Dengan demikian, Kakorlantas Polri menekankan bahwa tidak ada toleransi bagi bentuk penyalahgunaan kewenangan apa pun dalam pelaksanaan tugas maupun pelayanan kepolisian.

Selain penegakan disiplin, Kakorlantas Polri menginstruksikan jajarannya agar mengoptimalkan pengaturan lalu lintas pagi di titik-titik rawan kemacetan, persimpangan, kawasan sekolah, serta jalur utama.

"Kehadiran personel di lapangan harus mampu mengantisipasi kepadatan arus, mencegah potensi kecelakaan, serta memberikan pelayanan yang humanis dan responsif kepada pengguna jalan," ujar Kakorlantas.

Selanjutnya, dalam hal pelayanan SIM, SKCK, dan penindakan pelanggaran lalu lintas, seluruh jajaran diminta untuk memastikan persyaratan, prosedur, serta biaya resmi disampaikan secara terbuka kepada publik.

Pengawasan di setiap loket pelayanan juga harus diperkuat guna menutup ruang bagi praktik percaloan, dan seluruh pembayaran wajib dilakukan melalui mekanisme resmi yang disertai bukti sah.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya