Berita

Bank Indonesia. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Finansial

Rupiah Jebol Rp18.073 per Dolar AS, BI Gencarkan Intervensi Valas hingga SBN

JUMAT, 16 OKTOBER 2026 | 10:28 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Bank Indonesia (BI) buka suara di tengah melemahnya nilai tukar (kurs) Rupiah yang kembali tembus ke atas Rp18.000 per Dolar AS pada perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia (BI), Erwin Gunawan Hutapea mengatakan kurs Rupiah menghadapi tekanan di tengah meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan global yang memicu penguatan Dolar AS dan arus keluar dana dari aset portofolio domestik.

“Di tengah meningkatnya sentimen risk-off global yang mendorong penguatan Dolar AS dan menekan pasar keuangan domestik, arus keluar dana dari aset portofolio domestik diperkirakan masih berlanjut,” kata Erwin dalam keterangan tertulis kepada media.


Pada perdagangan hari ini, Rupiah tercatat melemah 135 poin atau 0,75 persen dari perdagangan sebelumnya ke Rp18.073 per Dolar AS.

Meski demikian, BI menilai pergerakan Rupiah masih sejalan dengan mata uang negara-negara kawasan. Secara quarter-to-date (QTD), Rupiah tercatat melemah 0,28 persen.

Selain itu, posisi cadangan devisa Indonesia disebut masih tetap terjaga sebesar 146,3 miliar Dolar AS pada akhir September 2026.

Erwin menegaskan BI akan terus melakukan intervensi di pasar keuangan untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.

“Bank Indonesia berkomitmen untuk terus hadir di pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai fundamentalnya dan memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik,” tegasnya.

Ia mengatakan intervensi dilakukan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

“BI juga terus menjaga kecukupan likuiditas dan mengelola struktur suku bunga di pasar uang. Koordinasi dan komunikasi dengan korporasi, pelaku pasar, serta pihak terkait lainnya turut diperkuat untuk menjaga stabilitas pasar keuangan domestik,” tandasnya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kemitraan PLN Perkuat KDKMP jadi Penggerak Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:16

Pemerintah Serap Masukan Akademisi hingga Peneliti untuk Perkuat Ekonomi Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:53

Tak Hanya Tunjuk Kepala Baru, Pemerintah Diminta Serius Benahi BNPB

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:23

BUK dan Bukti Kegagalan SKK Migas

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:59

Korupsi Dana Bencana Bentuk Pengkhianatan terhadap Amanah Kemanusiaan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:29

Wajah Muda Kemiskinan yang Berubah

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:58

Maruli Berjabat Tangan dengan Gibran

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:29

Lokasi Ledakan di Pasar Cimanggis-Ciputat Bukan SPPG

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:00

Selain Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala Perwakilan BPK Jateng Ahmad Luthfi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:45

Perpaduan Kekuatan Laut dan Udara Warnai Demo Pendaratan Amfibi di Pantai Banongan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:08

Selengkapnya