Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bursa

BEI Rem Perdagangan Usai IHSG Terjun Bebas

JUMAT, 16 OKTOBER 2026 | 10:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham atau trading halt pada Jumat pagi, 16 Oktober 2026, setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun 8,01 persen ke level 5.393,92.

Pembekuan diberlakukan pukul 08.58 WIB selama 30 menit. Perdagangan dijadwalkan kembali dibuka pukul 09.28 WIB tanpa perubahan jadwal sesi perdagangan.

“Tindakan ini dilakukan karena terdapat penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 8 persen,” ujar Pelaksana Harian Sekretaris Perusahaan BEI, Valentina Simon dalam keterangan resminya.


Tekanan pasar terjadi setelah penyedia indeks global MSCI membuka konsultasi terkait kemungkinan mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Pengumuman tersebut memicu kekhawatiran investor terhadap prospek pasar modal domestik.

MSCI menyoroti persoalan investabilitas, terutama transparansi kepemilikan saham dan dugaan praktik perdagangan terkoordinasi. Meski otoritas pasar modal telah menjalankan sejumlah reformasi, MSCI menilai kemajuannya belum memadai dan konsisten.

Dalam perdagangan pra-pembukaan, tekanan meluas ke hampir seluruh saham. Sebanyak 595 saham melemah, hanya 14 saham menguat, sedangkan 354 saham stagnan. Indeks LQ45 turut anjlok 8,33 persen.

Seluruh sektor saham berada di zona merah. Sektor infrastruktur mencatat koreksi terdalam sebesar 11,57 persen, disusul barang baku 10,72 persen dan energi 9,9 persen.

BEI menyatakan penghentian sementara perdagangan dilakukan untuk menjaga transaksi tetap teratur, wajar, dan efisien sesuai ketentuan bursa.

Konsultasi MSCI akan menjadi perhatian pasar dalam beberapa bulan ke depan. Keputusan akhir mengenai klasifikasi pasar saham Indonesia dijadwalkan diumumkan paling lambat akhir Juni 2027.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kemitraan PLN Perkuat KDKMP jadi Penggerak Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:16

Pemerintah Serap Masukan Akademisi hingga Peneliti untuk Perkuat Ekonomi Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:53

Tak Hanya Tunjuk Kepala Baru, Pemerintah Diminta Serius Benahi BNPB

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:23

BUK dan Bukti Kegagalan SKK Migas

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:59

Korupsi Dana Bencana Bentuk Pengkhianatan terhadap Amanah Kemanusiaan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:29

Wajah Muda Kemiskinan yang Berubah

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:58

Maruli Berjabat Tangan dengan Gibran

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:29

Lokasi Ledakan di Pasar Cimanggis-Ciputat Bukan SPPG

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:00

Selain Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala Perwakilan BPK Jateng Ahmad Luthfi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:45

Perpaduan Kekuatan Laut dan Udara Warnai Demo Pendaratan Amfibi di Pantai Banongan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:08

Selengkapnya