Berita

Ilustrasi

Industri

Inflasi Medis 17,8 Persen, Persiapan Keuangan Masa Tua Kian Mendesak

JUMAT, 16 OKTOBER 2026 | 07:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Lonjakan biaya kesehatan menjadi tantangan dalam perencanaan keuangan jangka panjang masyarakat Indonesia. Risiko ini semakin besar ketika seseorang memasuki usia non-produktif, saat penghasilan cenderung berkurang, sementara kebutuhan perawatan kesehatan berpotensi meningkat.

Mercer Marsh Benefits dalam laporan Health Trends 2026 memproyeksikan inflasi medis Indonesia mencapai 17,8 persen pada 2026, jauh di atas proyeksi inflasi umum sekitar 2,5 persen. Jika tidak diantisipasi, kenaikan biaya pengobatan berisiko menggerus tabungan yang semestinya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup pada masa pensiun.

Tekanan keuangan juga dirasakan kelompok sandwich generation, yakni mereka yang harus memenuhi kebutuhan orang tua sekaligus mempersiapkan masa depannya sendiri. Data BKKBN melalui Pemutakhiran Pendataan Keluarga 2025 menunjukkan 33,98 persen keluarga di Indonesia hidup bersama lansia.


Sementara itu, studi Financial Mindset of Young Adults in Asia 2025 mencatat 88 persen anak muda Indonesia berusia 20-35 tahun ingin memiliki perlindungan finansial agar tidak menjadi beban keluarga pada masa tua. Di tingkat Asia, 77 persen anak muda menempatkan keamanan finansial sebagai salah satu kekhawatiran utama.

Data tersebut memperlihatkan pentingnya persiapan keuangan sejak usia produktif, terutama untuk menghadapi risiko kesehatan dan menjaga kemandirian finansial ketika memasuki masa pensiun.

Chief Customer Marketing Officer PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah), Vivin Arbianti Gautama, mengatakan perubahan fase kehidupan perlu diimbangi dengan persiapan perlindungan finansial yang memadai.

“Hidup terus berganti fase, dan setiap fase membawa kebutuhan yang berbeda. Namun, perlindungan bagi diri sendiri dan keluarga seharusnya tidak ikut berhenti,” ujar Vivin dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2026.

Sejalan dengan kebutuhan tersebut, Prudential Syariah meluncurkan PRUCare 360 Syariah, produk asuransi jiwa tradisional berbasis syariah yang menawarkan perlindungan hingga usia 80 tahun. Produk ini juga menyediakan manfaat dana ketika peserta memasuki usia non-produktif.

Chief Product and Health Officer Prudential Syariah, Ika Meynita, menjelaskan produk tersebut dirancang untuk mengakomodasi perbedaan kebutuhan perlindungan pada usia produktif dan non-produktif.

“Di usia produktif, Peserta mendapatkan perlindungan jiwa dan dukungan untuk kebutuhan rawat inap (khusus Plan Prime). Saat memasuki usia non-produktif, Peserta memiliki Dana Usia Non-Produktif yang dapat dimanfaatkan secara fleksibel untuk kebutuhan perawatan kesehatan, tanpa proses underwriting ulang di titik transisi,” kata Ika.

PRUCare 360 Syariah tersedia dalam dua pilihan, yakni Plan Prime dan Plan Classic. Keduanya mencakup santunan meninggal dunia dan Dana Usia Non-Produktif. Khusus Plan Prime, tersedia pula santunan harian rawat inap dan perawatan di unit perawatan intensif (ICU).

Dana Usia Non-Produktif memiliki nilai minimum 100 persen dari Santunan Asuransi dan dapat digunakan untuk menunjang biaya rawat inap atau pembedahan sesuai ketentuan polis. Peserta juga dapat menarik sebagian Dana Nilai Tunai untuk kebutuhan lain berdasarkan persyaratan yang berlaku.

Meski menawarkan kesinambungan perlindungan, calon peserta tetap perlu mempertimbangkan besaran kontribusi, ketentuan pencairan dana, pengecualian, serta manfaat yang benar-benar diterima. Faktor tersebut penting untuk memastikan produk sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan keuangan dalam jangka panjang.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya