Berita

Gus Lilur saat membuat laporan di Gedung Merah Putih KPK. (Foto: Istimewa)

Hukum

Gus Lilur Tantang Polemik Muktamar NU Dibuktikan di Jalur Hukum

KAMIS, 15 OKTOBER 2026 | 20:43 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Langkah hukum telah ditempuh ulama HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy dengan melaporkan dugaan politik uang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin, 12 Oktober 2026 lalu.

Sosok yang akrab disapa Gus Lilur ini menyebut, upaya hukum sengaja ditempuh untuk membuat terang sebuah perkara.

“Saya memilih menjadikan hukum sebagai panglima. Ketika muncul dugaan pelanggaran hukum, jalur yang harus ditempuh adalah pelaporan, pembuktian, penyelidikan, dan proses peradilan. Bukan main kayu, bukan intimidasi, dan bukan tindakan di luar hukum,” tegas Gus Lilur dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 15 Oktober 2026.


Gus Lilur mengaku akan kembali mendatangi KPK pekan depan untuk menyerahkan bukti tambahan serta memperluas pengaduan terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam penyelenggaraan Muktamar NU.

Ia bahkan menyatakan tidak gentar saat dilaporkan balik oleh pihak-pihak yang merasa dirugikan dalam upaya hukum yang ia tempuh. Salah satunya upaya Wakil Ketua Umum PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang telah melaporkan Gus Lilur bersama dua orang lainnya ke polisi.

Laporan polisi ini dilayangkan Gus Ipul setelah sebelumnya melayangkan somasi ke Gus Lilur dan dua orang lainnya berkaitan sejumlah pernyataan dugaan aliran uang hingga suap dalam Muktamar NU.

“Jika ada pihak yang merasa dirugikan, silakan menggunakan hak hukumnya. Saya pun akan menggunakan hak hukum saya. Mari kita buktikan semuanya melalui proses hukum yang transparan, adil, dan tidak tebang pilih,” ujar Gus Lilur merespons upaya hukum tersebut.

Gus Lilur juga menyampaikan klaim sekitar 130 PCNU dari 17 PWNU sedang bersiap mengembalikan dana berkaitan dugaan jual beli suara dalam Muktamar ke-35 NU.

Jika ada dana yang terbukti berasal dari tindak pidana, pengembaliannya harus dilakukan melalui mekanisme sah dan sesuai arahan aparat berwenang.

“Saya meminta siapa pun yang mengetahui adanya dugaan transaksi tidak semestinya untuk terbuka, menyerahkan informasi dan bukti kepada aparat penegak hukum, serta mengikuti prosedur pengembalian dana apabila memang terdapat dasar hukum untuk itu,” tandasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya