Berita

Sekretaris Komite Tata Kelola Dewan Komisaris, Billy Mambrasar. (kiri). (Foto: Dok. PT Taspen)

Bisnis

Skor GCG 99,191:

Tata Kelola Taspen Harus Berdampak Nyata bagi Pensiunan

KAMIS, 15 OKTOBER 2026 | 18:44 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

PT Taspen (Persero) mencatatkan pencapaian tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) dengan skor 99,191 dan predispenkat sangat baik, serta penghargaan Most Trusted Company. 

Capaian tersebut dinilai menjadi modal strategis bagi Taspen untuk berkontribusi dalam penguatan tata kelola badan usaha milik negara (BUMN) di era transformasi Danantara Indonesia.

"Capaian tersebut tidak sekadar mencerminkan keberhasilan internal perusahaan, tetapi juga menunjukkan pentingnya konsistensi dalam menerapkan transparansi, akuntabilitas, integritas, dan manajemen risiko," kata Sekretaris Komite Tata Kelola Dewan Komisaris, Billy Mambrasar dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis 15 Oktober 2026.


Menurutnya, transformasi BUMN membuka peluang memperkuat sinergi antarlembaga, meningkatkan kualitas pengawasan, serta mendorong pengelolaan perusahaan yang lebih profesional dan berkelanjutan. Dalam konteks ini, pengalaman Taspen mengelola program pensiun dan jaminan sosial aparatur sipil negara menjadi modal penting, terutama dalam menjaga keamanan dana dan keberlanjutan manfaat peserta.

Billy juga mengapresiasi penyelenggaraan Taspen GRC Insight Forum 2026 pada 6 Oktober 2026 lalu. Forum tersebut menghadirkan Managing Director Risk Management PT Danantara Asset Management, Riko Banardi, sebagai pembicara utama untuk memperkuat pemahaman mengenai tata kelola, risiko, dan kepatuhan di tengah transformasi BUMN.

Selain skor GCG yang tinggi, Taspen mencatatkan hasil GRC Maturity Assessment pada level Proactive. Perusahaan juga memperkuat integritas melalui transisi Sistem Manajemen Anti Penyuapan dari ISO 37001:2016 menuju ISO 37001:2025 serta pengembangan sistem manajemen berstandar internasional lainnya.

"Sinergi pengalaman pengelolaan dana pensiun dan perspektif investasi nasional diharapkan memperkuat pengambilan keputusan berbasis risiko," kata Billy.

Ia menegaskan, predikat tata kelola yang baik harus dipertahankan melalui pengawasan yang tidak hanya berorientasi pada kepatuhan administratif, tetapi juga mampu mengidentifikasi dan mencegah risiko sejak dini. Pemanfaatan teknologi, transparansi investasi, dan penguatan sistem antisuap menjadi bidang yang dinilai potensial untuk dikembangkan.

Meski demikian, Billy mengingatkan bahwa setiap bentuk sinergi harus tetap memperhatikan mandat khusus Taspen sebagai pengelola program pensiun dan jaminan sosial, termasuk perlindungan dana peserta serta kesinambungan pembayaran manfaat.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya