Berita

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (Foto: Istimewa)

Energi

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

KAMIS, 15 OKTOBER 2026 | 09:42 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pengembangan jaringan gas (jargas) dan Compressed Natural Gas (CNG) perlu dipercepat untuk mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor. 

Dukungan pendanaan dan kepastian pasokan menjadi kunci agar pemanfaatan gas bumi domestik dapat berkembang secara berkelanjutan.

Founder & Advisor ReforMiner Institute (Research Institute for Mining and Energy Economics), Pri Agung Rakhmanto menyoroti pentingnya dukungan kebijakan pemerintah untuk mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi nasional.


Pemanfaatan kedua program tersebut berpotensi memberikan manfaat ekonomi, mulai dari penghematan devisa hingga efisiensi belanja energi rumah tangga dan UMKM.

“Pemakaian gas bumi secara masif (Jargas dan CNG) berpotensi menghemat devisa negara, meningkatkan penghematan belanja energi rumah tangga/UMKM, serta mendorong ketahanan energi nasional,” ujar Pri Agung dalam keterangannya, Kamis, 15 Oktober 2026. 

Pengembangan jargas membutuhkan investasi infrastruktur yang besar dengan masa pengembalian modal panjang. Karena itu, Pri Agung mendorong percepatan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) serta alokasi Viability Gap Fund (VGF) dari APBN untuk membantu pembiayaan awal pembangunan jaringan pipa.

“Perlunya percepatan implementasi Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) serta alokasi Viability Gap Fund (VGF) dari APBN untuk membantu porsi modal awal pembangunan jaringan pipa,” tulisnya.

Selain dukungan pendanaan, kepastian alokasi pasokan gas hulu jangka panjang dengan harga yang kondusif juga diperlukan, khususnya untuk segmen penugasan pelayanan publik atau Public Service Obligation (PSO).

Sementara itu, CNG dan Micro-LNG dapat dikembangkan melalui sistem virtual pipeline untuk menjangkau wilayah yang belum terhubung dengan jaringan pipa gas. Distribusi menggunakan sarana transportasi khusus ini menjadi salah satu alternatif untuk memperluas akses gas bumi bagi UMKM dan kawasan permukiman nonpipa.

Pri Agung juga merekomendasikan pengembangan pasar melalui pola anchor tenant, dengan melibatkan sektor komersial dan industri sebagai penopang keekonomian proyek. Kemitraan dengan badan usaha milik daerah (BUMD) dan pengembang kawasan turut diperlukan untuk mendukung perluasan infrastruktur gas.

“Keberhasilan konversi energi memerlukan kolaborasi erat antara regulator, KKKS hulu, pemda, dan badan usaha pelaksana,” kata Pri Agung.

Dengan dukungan regulasi yang tepat dan terukur, pengembangan jargas dan CNG diharapkan dapat memperluas pemanfaatan gas domestik, meningkatkan efisiensi belanja energi, serta mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG secara bertahap.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya