Berita

Menteri Kehutanan Raja Antoni tinjau karhutla. (Foto: Istimewa)

Pemerintahan

OMC Dimaksimalkan Demi Padamkan Karhutla Sambil Menunggu Hujan

RABU, 14 OKTOBER 2026 | 05:40 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah dalam  memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng). 

Salah satunya lewat Operasi modifikasi cuaca (OMC) yang terus dilakukan. Sementara kekuatan pasukan dan peralatan di darat ditambah untuk mempercepat pengendalian karhutla.

Menteri Kehutanan Raja Antoni mengatakan berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan alami di Kalteng diperkirakan baru hadir pada awal November. Alih-alih menunggu hujan, pemerintah terus melakukan berbagai upaya penanganan di lapangan.


“Seperti yang diprediksi oleh BMKG hujan alami ini baru akan ada di Kalimantan Tengah ini mungkin nanti di awal November. Sementara operasi modifikasi cuaca terus kita lakukan, kita tidak pernah berpangku tangan,” ujar Menhut usai melakukan pengecekan pemadaman di KM 23 TN Sebangau, Selasa, 13  Oktober 2026.

OMC sendiri dilakukan ketika terdapat bibit awan yang dapat disemai untuk membantu proses pembasahan wilayah. Penyemaian tidak hanya dilakukan di wilayah yang sedang mengalami karhutla, tetapi juga dapat dilakukan di wilayah lain yang memiliki potensi awan untuk mendukung upaya pelembaban.

“OMC dilakukan di mana ada bibit awan ya. Apakah itu kabupaten yang ada karhut atau tidak tetap kita semai ya untuk melakukan pelembaban. Kalau syukur-syukur pemadaman dengan curah hujan yang tinggi,” katanya.

Selain OMC, pemerintah juga memperkuat penanganan dari udara melalui water bombing. Namun, operasi udara masih menghadapi kendala visibilitas sehingga helikopter belum selalu dapat diterbangkan. Pemerintah terus memanfaatkan celah kondisi cuaca ketika memungkinkan untuk kembali melakukan pemadaman dari udara.

Di sisi darat, kekuatan personel dan peralatan terus diperkuat. Bahkan Kapolda telah mendorong penambahan pasukan darat dengan peralatan yang memadai, sementara Pangdam juga turun langsung memimpin pemadaman di lapangan. 

Strategi penanganan diperkuat dengan pemantauan menggunakan drone thermal untuk mengidentifikasi pergerakan kepala api dan menentukan strategi pemadaman.

“Jadi sekali lagi terima kasih ya kritik saran, evaluasi, bahkan kritik pedas sekalipun ya. Kami dengar. Itu menjadi motivasi kami untuk bergerak lebih serius lagi untuk mengatasi ini,” tandasnya.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya