Berita

Barang bukti yang diamankan KPK saat berldah kantor BPN Jatim. (Foto: Dok. Tim Penyidik KPK)

Hukum

KPK juga Temukan Uang Tunai Dolar AS dan Dolar Singapura saat Geledah BPN Jatim

MINGGU, 27 SEPTEMBER 2026 | 16:39 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan lembaran Dolar Amerika Serikat dan Dolar Singapura saat menggeledah Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Timur, Kamis, 24 September 2026.

Temuan valuta asing (valas) ini menjadi petunjuk baru bagi penyidik untuk mendalami dugaan penerimaan tunai dalam mata uang asing di lingkungan BPN Jatim. KPK juga mengamankan sejumlah perhiasan yang diduga emas.

"Penyidik akan dalami penerimaan tersebut untuk apa, siapa, dari mana, dan tentunya sejak kapan praktik itu dilakukan," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Minggu, 27 September 2026.


Pendalaman diperlukan untuk mengungkap apakah penerimaan dalam bentuk valas berkaitan dengan perkara yang tengah ditangani KPK atau menunjukkan praktik lain di lingkungan pertanahan.

KPK sebelumnya juga menemukan uang tunai ratusan juta Rupiah dalam penggeledahan Kanwil BPN Jatim. Uang tersebut diduga merupakan penerimaan dari para pemohon layanan pertanahan.

Pengungkapan temuan tersebut tidak hanya penting untuk proses penegakan hukum, tetapi juga menjadi bahan evaluasi memperbaiki tata kelola pelayanan pertanahan.

"Sehingga perbaikan yang dilakukan nantinya lebih sistemik dan konkret memberikan solusi atas akar permasalahan yang terungkap," ujar Budi.

KPK ingin memastikan pelayanan publik di sektor pertanahan berlangsung secara mudah, cepat, murah, dan berkeadilan.

"Karena tentunya masyarakat menginginkan penyelenggaran pelayanan publik, khususnya di sektor pertanahan ini, dapat dijangkau dengan mudah, cepat, murah, dan berkeadilan," pungkas Budi.

Penggeledahan Kanwil BPN Jatim merupakan bagian dari rangkaian penyidikan perkara dugaan korupsi di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Pada Rabu, 23 September 2026, penyidik menggeledah Kantor BPN Kota Mojokerto. Dari lokasi tersebut, KPK menyita dokumen dan barang bukti elektronik serta menemukan sejumlah amplop berisi uang yang diduga berasal dari pemohon layanan pertanahan.

Sehari setelahnya, penyidik melanjutkan penggeledahan di Kanwil BPN Jatim. Selain valas dan perhiasan, KPK sebelumnya mengumumkan penyitaan uang tunai ratusan juta rupiah dari lokasi tersebut.

Perkara ini bermula dari OTT KPK pada 14 September 2026 terkait dugaan korupsi dalam pengurusan hak guna bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor.

Dalam perkara tersebut, KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka, termasuk Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR) Kementerian ATR/BPN Lampri, Kepala Kantah Kabupaten Bogor I Sontang Coin Manurung, serta Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk Adrianto Pitojo Adi.

KPK juga menetapkan sejumlah pihak swasta sebagai tersangka, yakni Arif Sugiyanto, Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq, Erwin, Muhammad Fakhry, dan Rizal Pahlevi.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya