Berita

Lifter Rahmat Erwin Abdullah. (Foto: Dok. Kemenpora)

Publika

Mengenal Rahmat, Pria Asal Makassar Penyumbang Emas Kedua

MINGGU, 27 SEPTEMBER 2026 | 03:06 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

DI negeri dipenuhi wajah koruptor, penjilat, TC, dan terbaru tukang bohong, muncul sosok membanggakan. Namanya  Rahmat Erwin h. Pria malebbi (ganteng) asal Makassar baru saja menyumbang emas kedua kontingen Indonesia di Asian Games 2026. Mange' ri ati, kata orang Makassar. 

Sabtu, 26 September 2026, di Nagoya City Trade and Industry Center, Rahmat merebut emas kedua Indonesia di Asian Games 2026 kelas 75 kg putra. Total angkatannya 366 kilogram, terdiri dari snatch 160 kg dan clean and jerk 206 kg.

Weeraphon Wichuma dari Thailand mengumpulkan 365 kg, sedangkan Ri Chong-song dari Korea Utara 357 kg. Rahmat menang cuma selisih 1 kilogram. Satu kilogram, daeng!


Dalam politik, satu kilogram mungkin tidak cukup untuk mengangkat map proposal. Dalam angkat besi, satu kilogram bisa menentukan siapa berdiri paling tinggi di podium. Rahmat berdiri di sana. Iye, anak Makassar!

Rahmat lahir 13 Oktober 2000, usia 25 tahun, tinggi 173 cm. Ia anak tunggal pasangan Erwin Abdullah dan Ami Asun Budiono. Keduanya mantan lifter nasional. Ayahnya pernah meraih perak Asian Games 2002 dan lolos Olimpiade Athena 2004, tetapi batal tampil karena cedera. Ibunya juara emas SEA Games 1995.

Kalau orang Makassar bilang darah besi memang mengalir, kali ini jangan buru-buru ketawa. Rahmat bersekolah di SD Negeri Unggulan Mongisidi 1 Makassar, SMP Negeri 24, kemudian SMA Nasional Makassar. Teman-temannya mungkin mengangkat buku. Rahmat mengangkat besi.

Prestasinya juga bukan hasil semalam. Ia meraih perunggu Olimpiade Tokyo 2020 kelas 73 kg, emas Kejuaraan Dunia 2021 di Tashkent dan 2022 di Bogotá, emas Asian Games Hangzhou 2022 kelas 73 kg dengan total 359 kg, sederet rekor dunia clean and jerk di kelas 73 dan 81 kg, serta emas SEA Games beruntun.

Kini di Asian Games 2026, angkatan 206 kg clean and jerk dan total 366 kg sekaligus memecahkan rekor kelas 75 kg.

Indonesia pun sebelumnya baru punya satu emas dari bulutangkis beregu putra kini mengoleksi 2 emas, 4 perak, dan 17 perunggu, total 23 medali, dan berada di posisi 14 klasemen. Thailand di posisi 6, Malaysia sekitar posisi 11. 

Nah, biasanya setelah atlet menang, muncul ritual nasional. Kamera menyala. Pejabat datang. Tangan dijabat. Foto bersama. Lalu caption keramat muncul, “Prestasi ini adalah hasil kerja keras kita bersama.”

Lho, sebentar. Yang latihan siapa? Rahmat. Yang berkeringat siapa? Rahmat. Yang mengangkat 206 kilogram siapa? Rahmat ji, Pak!

Jangan sampai atlet mengangkat 206 kilogram, sementara pejabat cukup mengangkat map lalu ikut mengangkat nama.

Rahmat membuktikan, barbel tidak kenal pencitraan. Besi tidak mengenal janji kampanye. Papan skor juga tidak bisa dibujuk dengan pidato. 366 kilogram tetap 366 kilogram.

Dari Makassar, Rahmat datang membawa tenaga, disiplin, dan keberanian. Ia tidak banyak bicara. Ia mengangkat, gagal, mencoba lagi, lalu menang. Maka hari ini kita angkat topi untuk Rahmat. Kalau topinya terlalu ringan, sekalian angkat barbel.

Tapi jangan coba-coba 206 kilogram. Bisa-bisa baru naik sedikit langsung berteriak, “Aduhai! Berat sekali tanggung jawab ini!”

Rahmat sudah membuktikan, bagi orang benar-benar bekerja keras, beban berat bukan alasan. Beban justru jalan menuju kemenangan. Pammali kalau tidak bangga!

“Bang, semoga wajah Rahmat menghiasi monitor HP, bukan wajah-wajah para koruptor yang datang silih berganti. 

“Mudahan setelah wajah Rahmat muncul, muncul lagi wajah peraih emas lainnya, wak.”

Rosadi Jamani
Mantan wartawan

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia, Ini Rekor Statistiknya

Minggu, 27 September 2026 | 02:22

Tak Peduli Teman, Prabowo Tegas Sikat Pencuri Duit Negara

Minggu, 27 September 2026 | 02:02

Di Balik Kemudahan QRIS, Merchant Tetap Wajib Terima Tunai

Minggu, 27 September 2026 | 01:46

Gugatan Denny Indrayana Cs Untungkan Seluruh Parpol di DPR

Minggu, 27 September 2026 | 01:20

Pemerintah Jangan Pukul Rata Evaluasi IUP

Minggu, 27 September 2026 | 01:07

Emas Rahmat Bawa Indonesia Lompat ke Posisi 14

Minggu, 27 September 2026 | 00:35

Kowani Apresiasi Penegasan Menteri Hukum soal SK Kepengurusan

Minggu, 27 September 2026 | 00:17

Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Emas Kedua Indonesia

Minggu, 27 September 2026 | 00:05

Bhayangkari Salurkan 6 Ribu Paket Sembako untuk Warga Aceh

Sabtu, 26 September 2026 | 23:49

Wamenag Protes Keras Pembebasan Bersyarat Bechi Pemerkosa Santriwati

Sabtu, 26 September 2026 | 23:20

Selengkapnya