Berita

Dinas Kesehatan Kota Bogor mendampingi anggota Satpol PP Kota Bogor mendata pelanggar Kawasan Tanpa Rokok (KTR). (Foto: RMOLJabar/Heri Supriatna)

Nusantara

15 Orang Disidang Tipiring Gegara Merokok di Alun-Alun Kota Bogor

SABTU, 26 SEPTEMBER 2026 | 06:41 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor bersama lintas instasi kembali melakukan inspeksi di kawasan Taman Alun-alun Kota Bogor, Jawa Barat, untuk menindak pelanggar yang merokok di kawasan tersebut, pada Jumat 25 September 2026.

Tim dari Dinkes menyisir ke sejumlah titik di Alun-alun Kota Bogor untuk mencari pengunjung maupun warga yang merokok di Kawasan Tanpa Rokok (KTR) tersebut. 

Mereka yang kedapatan melakukan pelanggaran, langsung dibawa ke petugas Satpol PP untuk dilakukan pendataan. Setelah itu, dilakukan Sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) yang dipimpin langsung oleh tim dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bogor. 


Ketua Tim Kerja Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Kota Bogor, Ika Lastyaningrum menegaskan bahwa Alun-alun Kota Bogor dan kawasan sekitarnya sudah ditetapkan sebagai area KTR berdasarkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Bogor yang diterbitkan pada pertengahan 2026.

Ika menyesalkan masih banyak warga yag melakukan pelanggaran KTR. Menurutnya, pemerintah daerah sama sekali tidak melarang warga untuk merokok, tetapi harus tahu dimana tempatnya. 

"Prinsip KTR itu sebenarnya boleh merokok, tapi jangan di sembilan kawasan yang sudah ditentukan," kata Ika kepada wartawan.

Ika menuturkan, sembilan kawasan terlarang tersebut meliputi sarana pendidikan atau sekolah, fasilitas pelayanan kesehatan, tempat ibadah, arena olahraga, tempat bermain anak, angkutan umum, tempat kerja, tempat umum, serta kawasan khusus lainnya yang ditetapkan oleh Wali Kota, termasuk taman-taman kota, jalur pedestrian, hingga Sistem Satu Arah (SSA).

Dalam razia tersebut, lanjut Ika, sebanyak 15 orang ketahuan melanggar. Rinciannya, 13 orang warga sipil dan 2 orang pelajar. 

"Miris sekali melihat ada pelajar yang ketahuan merokok di area taman kota seperti ini," ungkap Ika.

Terkait sanksi bagi para pelanggar, undang-undang sebenarnya mengatur denda maksimal hingga Rp1 juta untuk perseorangan. 

Namun dalam sidang Tipiring, besaran denda disesuaikan dengan keputusan hakim serta kemampuan ekonomi pelanggar.

"Biasanya hakim atau jaksa menetapkan denda sekitar Rp50 ribu hingga Rp100 ribu," kata Ika, dikutip dari RMOLJabar.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya