Berita

FIFA ASEAN Cup 2026. (Foto: Istimewa)

Bisnis

FIFA ASEAN Cup 2026 Peluang Dongkrak Ekonomi dan Sport Tourism Jakarta

JUMAT, 25 SEPTEMBER 2026 | 13:23 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Gelaran FIFA ASEAN Cup 2026 harus menjadi momentum bagi Jakarta untuk membuktikan kapasitas sebagai kota penyelenggara event internasional. Sekaligus, membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Khoirudin mengatakan, dampak turnamen tidak boleh berhenti di stadion. Pergerakan suporter, pemain, wisatawan, hingga pekerja selama pertandingan harus ikut menggerakkan sektor usaha lokal.

“Event internasional harus memberi manfaat ekonomi bagi warga,” ujar Khoirudin, lewat keterangan resminya, Jumat, 25 September 2026.


FIFA ASEAN Cup 2026 berlangsung pada 24 September hingga 5 Oktober. Untuk Division 1, Jakarta menjadi salah satu venue bersama Bandung.

Sejumlah pertandingan akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Termasuk laga perdana Indonesia melawan Singapura pada Jumat hari ini.

Khoirudin menilai, momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi Jakarta. UMKM, kuliner, perhotelan, transportasi, hingga sektor jasa berpotensi mendapatkan manfaat dari meningkatnya aktivitas selama turnamen.

“Jangan hanya sukses di lapangan. Ekonominya juga harus bergerak,” kata dia.

Menurut Khoirudin, Pemprov DKI harus memastikan akses transportasi dan pengaturan lalu lintas berjalan baik selama pertandingan. Kemudahan mobilitas membuat warga maupun tamu dari luar Jakarta menikmati rangkaian event tanpa terganggu kepadatan lalu lintas.

Pemprov DKI sebelumnya menyatakan kesiapan mendukung FIFA ASEAN Cup. Baik dari sisi keamanan, kenyamanan, transportasi, serta pengembangan Jakarta sebagai destinasi sport tourism.

“Jakarta harus ramah bagi tamu dan nyaman bagi warga,” ucap Khoirudin.

Ia juga mendorong Pemprov DKI menggandeng pelaku UMKM dan sektor ekonomi kreatif dalam rangkaian kegiatan pendukung turnamen. Ruang-ruang publik dan kawasan strategis dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk lokal kepada pengunjung.

Keberhasilan Jakarta menjadi tuan rumah, lanjut Khoirudin, tidak cukup diukur dari kelancaran pertandingan. Dampak ekonomi dan pengalaman warga maupun wisatawan juga perlu menjadi indikator.

“Yang dikejar bukan cuma sukses acaranya, tetapi manfaat setelahnya,” tegas politisi PKS itu.

Ia berharap, penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 dapat memperkuat citra Jakarta sebagai kota global yang mampu menggelar event internasional. Mengonversi event menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat.

Momentum Indonesia memainkan seluruh laga Division 1 di SUGBK Jakarta juga menjadi peluang memperkuat ekosistem sport tourism dan industri pendukung di ibukota.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya