Berita

Ilustrasi 14 Zona Megathrust yang Kepung Indonesia (Sumber: Gemini Generated Image)

Nusantara

BMKG Ungkap 14 Zona Megathrust yang Kepung Indonesia, Cek Daftarnya

JUMAT, 25 SEPTEMBER 2026 | 13:11 WIB | OLEH: TIFANI

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap sejumlah zona megathrust yang menjadi sumber gempa di Indonesia dan kawasan sekitarnya. Indonesia berada di wilayah tektonik aktif sehingga memiliki sejumlah zona subduksi yang berpotensi menjadi sumber gempa bumi kuat.

Salah satu sumber gempa yang perlu diwaspadai adalah zona megathrust. Zona ini berada di wilayah subduksi, tempat dua lempeng tektonik bertemu dan salah satunya menunjam ke bawah lempeng lainnya.

BMKG menjelaskan, bidang pertemuan antarlempeng pada zona subduksi dapat mengunci dan menyimpan energi dalam jumlah besar. Ketika energi tersebut dilepaskan, dapat terjadi gempa bumi dengan magnitudo besar dan bidang patahan yang luas.


"Indonesia berada di wilayah tektonik yang aktif dan memiliki sejumlah zona subduksi yang berpotensi menjadi sumber gempa kuat. Megathrust merupakan sumber gempa pada zona subduksi, ketika dua lempeng tektonik saling berinteraksi," tulis BMKG dalam unggahannya di Instagram, Rabu (23/9/2026).

Daftar 14 Zona Megathrust di Indonesia dan Sekitarnya

Berdasarkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024 yang disusun Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN), terdapat sejumlah segmen megathrust yang menjadi sumber gempa di kawasan Indonesia dan sekitarnya. Pembaruan peta tersebut memuat pemutakhiran sumber-sumber gempa berdasarkan data dan kajian terbaru. 

Setiap segmen memiliki potensi magnitudo maksimum atau maximum magnitude (Mmax) yang berbeda. Salah satu segmen dengan potensi magnitudo maksimum terbesar adalah Megathrust Aceh-Andaman dengan Mmax mencapai 9,2.

Selain itu, terdapat sejumlah segmen lain yang membentang di sepanjang pantai barat Sumatera, selatan Jawa, hingga kawasan timur Indonesia dan wilayah sekitarnya. Berikut 14 segmen megathrust yang tercantum dalam Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024:
  1. Megathrust Aceh-Andaman memiliki potensi magnitudo maksimum M 9,2.
  2. Megathrust Nias-Simeulue memiliki potensi magnitudo maksimum M 8,7.
  3. Megathrust Batu memiliki potensi magnitudo maksimum M 7,8.
  4. Megathrust Mentawai-Siberut memiliki potensi magnitudo maksimum M 8,9.
  5. Megathrust Mentawai-Pagai memiliki potensi magnitudo maksimum M 8,9.
  6. Megathrust Enggano memiliki potensi magnitudo maksimum M 8,9.
  7. Megathrust Jawa memiliki potensi magnitudo maksimum M 9,1.
  8. Megathrust Jawa bagian barat memiliki potensi magnitudo maksimum M 8,9.
  9. Megathrust Jawa bagian timur memiliki potensi magnitudo maksimum M 8,9.
  10. Megathrust Sumba memiliki potensi magnitudo maksimum M 8,9.
  11. Megathrust Sulawesi Utara memiliki potensi magnitudo maksimum M 8,5.
  12. Megathrust Palung Cotabato memiliki potensi magnitudo maksimum M 8,3.
  13. Megathrust Filipina Selatan memiliki potensi magnitudo maksimum M 8,2.
  14. Megathrust Filipina Tengah memiliki potensi magnitudo maksimum M 8,1.
Potensi magnitudo maksimum dalam Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024 merupakan hasil pemodelan dan kajian terhadap karakteristik sumber gempa. Angka tersebut tidak berarti gempa dengan magnitudo yang sama pasti akan terjadi. 

Nilai Mmax menggambarkan potensi maksimum yang diperhitungkan berdasarkan parameter dan kajian sumber gempa.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya