Berita

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat berpidato di Sidang Umum PBB ke-81 New York, Amerika Serikat pada Kamis, 24 September 2026 (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube ET Now)

Dunia

Belasan Delegasi Walk Out, Netanyahu Ngamuk di PBB

JUMAT, 25 SEPTEMBER 2026 | 06:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Belasan delegasi memilih meninggalkan ruang sidang ketika Perdana Menteri Israel naik ke podium untuk menyampaikan pidato di Sidang Umum PBB ke-81 pada Kamis, 24 September 2026, waktu Amerika Serikat (AS).

Aksi tersebut terjadi sesaat setelah Netanyahu mulai berpidato. Para pejabat keluar dari ruang sidang sebagai bentuk protes, sementara Netanyahu merespons dengan menyebut mereka sebagai "pengecut moral". Dari galeri, para pendukungnya justru meneriakkan dukungan dalam bahasa Ibrani, "Hidup Rakyat Israel."

Netanyahu kemudian menggunakan pidatonya untuk membela Israel sekaligus menyerang sejumlah pihak yang mengkritik kebijakan pemerintahannya. Ia mengecam Wali Kota New York Zohran Mamdani, sejumlah pemimpin Eropa Barat, serta menuduh Qatar dan Turki menyebarkan informasi yang menurutnya tidak benar tentang Israel.


"Kalian mencoba membungkam saya. Tapi, kalian tidak bisa membungkam saya. Kalian tidak bisa membungkam kebenaran," kata Netanyahu, merujuk pada kritik Mamdani terhadap dirinya, dikutip Jumat, 25 September 2026.

Dalam pidatonya, Netanyahu juga menolak tuduhan bahwa Israel melakukan genosida terhadap warga Palestina. 

"Inilah kebenaran sederhana: Israel tidak melakukan genosida. Israel mencegah genosida," ujarnya.

Mamdani kemudian membalas melalui sebuah pernyataan. Ia menuding Netanyahu kembali menyampaikan klaim yang tidak berdasar untuk membela tindakannya di Gaza. Mamdani juga menyebut Netanyahu masih menjadi subjek surat perintah penangkapan Pengadilan Kriminal Internasional atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Pidato Netanyahu berlangsung sekitar 40 menit dan disampaikan ketika masa depan politiknya tengah menjadi sorotan, dengan pemilu Israel dijadwalkan kurang dari lima minggu lagi. Di luar gedung PBB, ratusan demonstran juga menggelar aksi menentang perang Gaza dan kebijakan AS terhadap Israel.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Tanda Tangan Purbaya

Jumat, 25 September 2026 | 00:17

DPRD DKI: Perkuat Fungsi Edukasi dan Kebudayaan di TIM

Jumat, 25 September 2026 | 00:04

Pelunasan BLBI Jadi Tonggak Penyelesaian Krisis 1997-1998

Kamis, 24 September 2026 | 23:37

Tim Hukum: Tak Ada Saksi Sebut Heri Susanto Terima Suap

Kamis, 24 September 2026 | 23:19

Sufmi Dasco akan Kukuhkan Pengurus APKLI Merah Putih

Kamis, 24 September 2026 | 23:00

Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun Jatuh Tempo Besok

Kamis, 24 September 2026 | 22:59

Warisan Kwik Kian Gie untuk Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 22:48

DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 24 September 2026 | 22:26

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

Kamis, 24 September 2026 | 22:23

Menko Yusril Pastikan Media Bebas Meliput di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 22:11

Selengkapnya