Berita

Penembakan tiga warga sipil di Distrik Muliama, Jayawijaya. (Foto: Dok. Polri)

Nusantara

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

KAMIS, 24 SEPTEMBER 2026 | 22:23 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Gelombang kecaman datang dari jajaran tokoh adat Papua menyusul aksi penembakan yang menimpa tiga warga sipil di Distrik Muliama. Para pimpinan suku secara tegas menolak segala bentuk kekerasan dan mendesak aparat keamanan mengusut tuntas para pelaku.

Kepala Suku Meop, Jorgen Meop menegaskan, insiden berdarah ini harus menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperketat keamanan lingkungan dan menolak provokasi.

"Kami mengecam penembakan terhadap tiga orang sipil di Distrik Muliama. Kejadian ini harus menjadi pembelajaran bagi masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan di wilayah," tegas Jorgen dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 24 September 2025.


Desakan serupa disampaikan Kepala Suku Lapago Wilayah Biak dan Supiori, Tomy Kogoya. Ia meminta TNI-Polri tidak ragu menyeret para pelaku ke jalur hukum.

"Penembakan terhadap tiga warga sipil merupakan persoalan serius. Kami meminta aparat penegak hukum mengusut dan memproses pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku," kata Tomy.

Dukungan terhadap penegakan hukum juga disuarakan Ondofolo Kampung Homfolo, Anderson Tokoro. Ia berharap langkah tegas aparat dapat memberikan rasa aman dan mengembalikan kondusivitas wilayah.

Di sisi lain, para tokoh adat mengimbau agar rentetan peristiwa keamanan tidak mengganggu jalannya roda pemerintahan dan layanan bagi masyarakat.

Kepala Suku Modouw Kampung Waena, Corneles Gustav Modouw, serta Kepala Suku Kampung Sorendiweri Supiori, Utrekt Manampaisem, menyampaikan belasungkawa mendalam sekaligus mendorong pemerintah daerah tetap memprioritaskan pelayanan publik di Wamena dan sekitarnya.

"Kami mendukung keberlanjutan pelayanan publik dan menolak segala bentuk ancaman yang menghambat aktivitas pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat," pungkas Corneles.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Komisi XIII DPR Segera Panggil Pejabat Terkait soal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Ajukan Kasasi, Nadiem Tak Akan Menerima Hasil Apapun di Luar Bebas

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Respons Demo Buruh, Dasco: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Rampung Oktober 2026

Kamis, 24 September 2026 | 14:15

PAN: Ambang Batas Parlemen Perlu Hati-hati, Jangan Lebih dari 4 Persen

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Usai Antar Giuseppe Garibaldi, Perwakilan Angkatan Laut Italia Temui Prabowo

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Dasco Pastikan DPR Dalami Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 13:58

MGLV Kantongi Fasilitas BNI, Ekspansi Data Center Jababeka dan Batang Digenjot

Kamis, 24 September 2026 | 13:51

Demo Buruh di Depan UOB Plaza: Jalur Utama Jakarta Pusat Dialihkan!

Kamis, 24 September 2026 | 13:40

Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem

Kamis, 24 September 2026 | 13:39

UU Pengaturan Reforma Agraria jadi Kado Manis Petani untuk Berdaulat

Kamis, 24 September 2026 | 13:32

Selengkapnya