Berita

Anggota Komisi I Fraksi PAN, DPR RI Okta Kumala Dewi. (Foto: F-PAN)

Politik

Okta Kumala Dewi:

Keselamatan WNI Harus Diprioritaskan di Tengah Eskalasi Perang Rusia-Ukraina

RABU, 23 SEPTEMBER 2026 | 16:48 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Keprihatinan mendalam diutarakan Anggota Komisi I DPR RI Okta Kumala Dewi atas meningkatnya eskalasi konflik antara Rusia dan Ukraina dalam beberapa waktu terakhir. 

Menurut legislator Partai Amanat Nasional tersebut, situasi yang semakin memanas perlu menjadi perhatian bersama karena tidak hanya berdampak pada kedua negara yang berkonflik, tetapi juga terhadap stabilitas kawasan dan dunia internasional.

Dalam konteks tersebut, Okta menegaskan bahwa perlindungan warga negara Indonesia (WNI) harus menjadi prioritas utama pemerintah. Ia meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI untuk terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap kondisi WNI yang berada di Rusia maupun Ukraina, termasuk memastikan jalur komunikasi dan layanan perlindungan konsuler tetap berjalan optimal.


“Keselamatan dan perlindungan WNI harus menjadi prioritas utama. Saya meminta Kementerian Luar Negeri untuk terus memantau perkembangan situasi di lapangan, memperkuat koordinasi dengan perwakilan RI di Rusia dan Ukraina, serta memastikan seluruh WNI mendapatkan informasi dan perlindungan yang diperlukan,” ujar Okta lewat keterangan resminya, Rabu, 23 September 2026.

Selain itu, Okta berharap Rusia dan Ukraina dapat menahan diri dan tidak terus meningkatkan intensitas serangan yang berpotensi memperluas dampak kemanusiaan maupun keamanan.

“Kita berharap kedua belah pihak dapat menahan diri dan mengedepankan langkah-langkah yang dapat menurunkan ketegangan. Eskalasi yang terus meningkat hanya akan memperbesar risiko korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta memperpanjang penderitaan masyarakat sipil,” katanya.

Menurut Okta, dampak perang tidak hanya dirasakan oleh negara-negara yang terlibat langsung dalam konflik. Gangguan terhadap rantai pasok global, perdagangan internasional, ketahanan pangan, energi, hingga stabilitas ekonomi dunia menjadi konsekuensi yang turut dirasakan oleh banyak negara.

“Perang memiliki dampak yang sangat luas. Pengaruhnya tidak berhenti pada pihak yang bertempur, tetapi juga merembet ke berbagai kawasan dan negara lain melalui ekonomi, energi, perdagangan, serta stabilitas keamanan global,” jelasnya.

Lebih lanjut, Okta menilai bahwa berbagai konflik yang terjadi di sejumlah kawasan dunia saat ini merupakan ujian besar bagi tata kelola geopolitik internasional. Karena itu, seluruh aktor global, baik negara maupun organisasi internasional, memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga ruang dialog dan mendorong penyelesaian konflik secara damai.

“Di tengah berbagai konflik yang terjadi saat ini, menjadi kewajiban seluruh aktor internasional untuk terus mengedepankan diplomasi dan perdamaian. Indonesia, sesuai amanat konstitusi dan politik luar negeri bebas aktif, harus terus menyuarakan pentingnya penyelesaian sengketa secara damai serta mendorong penguatan kerja sama internasional untuk perdamaian dunia,” ujar Okta.

Ia juga menekankan pentingnya peran semua aktor di dunia internasional dalam membuka dan menjaga ruang komunikasi, negosiasi, serta kerja sama yang konstruktif guna mencegah konflik semakin meluas.

“Komunitas internasional perlu memastikan bahwa jalur komunikasi dan negosiasi tetap terbuka. Upaya-upaya diplomatik harus terus diperkuat agar konflik tidak semakin bereskalasi dan stabilitas dunia dapat terjaga. Perdamaian harus tetap menjadi tujuan bersama seluruh bangsa,” tutupnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya