Berita

Selebgram Julia Prastini alias Jule. (Foto: instagram)

Politik

Berangkat dari Kasus Jule, Kemenkes-BNN Didesak Buat Aturan Vape Etomidate

SELASA, 22 SEPTEMBER 2026 | 15:13 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kementerian Kesehatan dan Badan Narkotika Nasional (BNN) didesak segera menyusun regulasi untuk membatasi penggunaan vape berisi etomidate. 

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS, Netty Prasetiyani, menekankan pentingnya melindungi anak dan remaja dari zat berbahaya yang dapat mengancam masa depan mereka. Hal tersebut disampaikan Netty dalam sesi PKS Legislative Report jelang Rapat Paripurna ke-6 DPR RI Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026/2027 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 22 September 2026.

Netty menyampaikan keprihatinannya atas kasus selebgram Julia Prastini alias Jule diamankan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Bandara Soekarno-Hatta terkait dugaan penyalahgunaan vape yang mengandung etomidate.


“Tentu ini menjadi cambuk bagi pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan juga BNN untuk segera mengatur regulasi tentang penggunaan vape ini,” ujar Anggota DPR RI Dapil Jawa Barat VIII tersebut.

Mengacu pada keterangan pakar kesehatan, Netty menjelaskan bahwa etomidate merupakan zat yang digunakan dokter anestesi dalam tindakan medis. Ia menyoroti potensi bahaya ketika zat tersebut digunakan dalam vape dan meminta pemerintah merespons persoalan ini melalui pembatasan yang tepat.

“Kita berharap pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan juga BNN mulai menyusun regulasi yang tepat untuk pembatasan penggunaan vape yang berisi etomidate,” tuturnya.

Netty juga mengingatkan agar penggunaan vape tidak dipandang anak muda sebagai penanda status sosial atau sekadar cara untuk terlihat bergaya. Menurutnya, anggapan tersebut dapat membuat generasi muda mengabaikan risiko yang mengancam masa depan mereka.

Ia menegaskan bahwa perlindungan generasi muda dari zat berbahaya merupakan bagian penting dalam menjaga bonus demografi dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Bonus demografi kita harus dilindungi dari berbagai zat berbahaya seperti itu,” tegasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya