Berita

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Bun Joi Phiau. (Foto: Dok. ddjp)

Nusantara

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

SELASA, 22 SEPTEMBER 2026 | 02:01 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Instruksi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk menutup tempat penampungan sampah (TPS) ilegal di Jalan Vikamas Tengah, Kapuk Muara, Penjaringan, mendapat apresiasi dari kalangan legislator di Kebon Sirih. Meski demikian, kebijakan gubernur itu perlu segera terealisasi di lapangan.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Bun Joi Phiau menilai, penutupan TPS ilegal tidak boleh berhenti sebagai instruksi administratif.

Menurutnya, Dinas Lingkungan Hidup (LH) dan Satpol PP DKI Jakarta bisa segera menertibkan secara menyeluruh. 


“Saya mengapresiasi ketegasan gubernur. Instruksinya sudah tepat,” ujar Bun, dikutip Selasa 22 September 2026.

Ia melihat keberadaan TPS ilegal bukan sekadar masalah estetika kota. Namun, berpotensi mengganggu kesehatan dan kenyamanan masyarakat sekitar.

Karena itu, instruksi gubernur harus segera ditindaklanjuti. Penundaan penertiban berpotensi menimbulkan kesan pembiaran terhadap aktivitas pembuangan sampah ilegal.

“Jangan ditunda-tunda lagi. Ini menyangkut kesehatan masyarakat,” kata Bun.

Ia juga meminta Pemprov DKI tidak hanya fokus mengangkut tumpukan sampah. Pemerintah perlu menelusuri akar persoalan.

Termasuk kaitannya denegan status lahan, pihak yang mengelola lokasi, serta sumber sampah yang masuk ke kawasan tersebut.

Penelusuran juga perlu mencakup dugaan keterlibatan pengelola gedung dan apartemen di sekitar kawasan Muara Karang, bila ditemukan aliran sampah dari kawasan tersebut.

“Penertiban jangan berhenti pada pengangkutan sampah,” kata Bun.

Penanganan, lanjut dia, harus secara menyeluruh. Sehingga, lokasi tersebut tidak kembali menjadi TPS ilegal.

Bun meminta Pemprov DKI mengawasi lokasi pascapenertiban, termasuk menindak pihak-pihak yang terbukti menggunakan lokasi sebagai tempat pembuangan sampah tanpa izin.

“Harus dituntaskan sampai ke akar persoalannya,” kata politisi PSI itu.

Dengan demikian, lanjut Bun, penutupan TPS ilegal berdampak bagi warga. Sekaligus, mencegah kemunculan kembali praktik serupa.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya