Berita

Menteri Pertanian Amran Sulaiman (Foto: Dokumen RMOL/Sarah Alifia)

Politik

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

KAMIS, 10 SEPTEMBER 2026 | 09:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Misi membawa bantuan pangan dan ternak untuk masyarakat di pedalaman Papua berujung duka. Rombongan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang tengah menjalankan tugas di Kampung Muliama, Papua Pegunungan, justru menjadi sasaran penembakan pada Rabu 9 September 2026.

Tiga petugas tewas dalam insiden tersebut. Mereka merupakan bagian dari delapan pegawai yang sedang melintas di wilayah tersebut untuk mendistribusikan bantuan kepada masyarakat.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia menyebut ketiga petugas tersebut sebagai pahlawan pangan yang gugur ketika menjalankan tugas kemanusiaan.


"Atas nama Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan pribadi, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Mereka adalah pahlawan pangan yang gugur dalam tugas mulia, membawa bantuan ternak untuk saudara-saudara kita di pedalaman Papua. Mereka semestinya aman selama menjalankan tugas kemanusiaan itu," ujar Amran dalam keterangannya, dikutip di Jakarta, Kamis 10 September 2026.

Menurut Amran, petugas yang menjalankan program bantuan ternak dan ketahanan pangan tidak membawa ancaman bagi masyarakat. Karena itu, ia meminta keselamatan petugas lapangan menjadi perhatian dan mendapat jaminan keamanan dari aparat.

Amran juga meminta Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz bersama jajaran TNI-Polri mengusut tuntas penembakan tersebut. Pengamanan bagi petugas yang menjalankan program pangan di Papua juga diminta diperkuat.

"Program bantuan pangan dan ternak untuk masyarakat Papua tidak boleh berhenti karena ancaman kekerasan. Negara harus hadir lebih kuat, melindungi setiap pahlawan pangan yang bertaruh nyawa demi menjamin kecukupan pangan rakyat Papua," tegasnya.

Meski insiden kekerasan terjadi, Kementerian Pertanian dan Bapanas memastikan program bantuan pangan dan ternak di Papua Pegunungan tetap dilanjutkan. Pemerintah juga menyatakan akan memberikan dukungan kepada keluarga para korban.

"Kami sangat berduka mendengar kabar ini. Semoga aparat keamanan dapat segera mengungkap kasus ini dan memastikan tidak terulang kembali. Kita ingin pembangunan pertanian di Papua kuat dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," pungkas dia.

Sementara itu, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo membenarkan adanya penembakan yang menewaskan tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.

"Betul kejadiannya, (korban) 3 itu saja," ujarnya saat dikonfirmasi lewat pesan singkat.

Yusuf mengatakan kronologi kejadian masih didalami. Aparat juga belum dapat memastikan apakah pelaku merupakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau bukan.

"Kronologi (kejadian) masih kami dalami, kami belum bisa pastikan (pelaku) KKB atau bukan," tuturnya.

Pasca kejadian, Satgas Operasi Damai Cartenz melakukan evakuasi terhadap para korban. Seluruhnya telah dibawa ke RSUD terdekat.

"Sudah dari tadi sore dievakuasi ke RSUD," imbuhnya.

Informasi yang dihimpun, penembakan terjadi sekitar pukul 15.47 WIT ketika delapan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya melintas di Kampung Muliama.

Rombongan tersebut tengah mendistribusikan bantuan pangan berupa beras kepada warga. Mereka kemudian diadang dan ditembaki orang tak dikenal yang diduga merupakan kelompok kriminal bersenjata. Namun, aparat masih mendalami identitas dan motif pelaku.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kepala BRAN Dorong 3,1 Juta Hektare Lahan Transmigrasi jadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:32

KPK Pastikan Video Penjemputan Paksa Nusron Hoax!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:24

Quo Vadis 2 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:23

Prabowo Setujui Kajian DEN soal Definisi Korupsi Berstandar Internasional

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:17

Penindakan 1.000 Tambang Ilegal: Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi?

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:13

DPR Dorong Penguatan Koordinasi Penyaluran BBM

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:01

Gibran Terima Perwakilan WALUBI Bahas Karhutla hingga Bakti Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:50

KPK Perlu Periksa Hercules soal Uang Rp800 Juta Terkait Summarecon

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:46

Menteri Agama Optimistis Akan Ada Kebangkitan Syarikat Islam Jilid Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:43

Pertamina Diusulkan Peroleh Insentif Sewa Kapal Tanker Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:41

Selengkapnya