Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Emas Dunia Tersungkur, Investor Bersiap Hadapi Kejutan The Fed

RABU, 09 SEPTEMBER 2026 | 07:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas global melemah pada penutupan Selasa 8 September 2026, tertekan kenaikan harga minyak yang kembali memicu kekhawatiran inflasi. 

Investor kini menanti data inflasi Amerika Serikat (AS) untuk membaca arah kebijakan moneter selanjutnya.

Harga emas spot turun 0,4 persen menjadi  4.385,09 Dolar AS per ons. Sementara emas berjangka AS untuk kontrak Desember ditutup melemah 1 persen ke 4.430,10 Dolar AS per ons.


Tekanan terhadap emas datang ketika harga minyak Brent mendekati 100 Dolar AS per barel dan sempat menyentuh 99,46 Dolar AS, level tertinggi sejak 24 Juli.

 Kenaikan tersebut terjadi setelah kelompok Houthi yang didukung Iran menyerang fasilitas energi di Arab Saudi, sehingga meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan dan tekanan inflasi global.

Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed menguat setelah data menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS meningkat tajam pada Agustus, sementara tingkat pengangguran bertahan di 4,1 persen. Berdasarkan FedWatch Tool CME Group, peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September kini sekitar 60 persen, naik dari sekitar 50 persen sebelum data ketenagakerjaan dirilis.

Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada data Producer Price Index (PPI) yang dirilis Kamis dan Consumer Price Index (CPI) sehari kemudian. Kedua data tersebut akan menjadi petunjuk penting bagi investor dalam memperkirakan langkah The Fed.

Kenaikan suku bunga biasanya menjadi tekanan bagi emas karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil. Kondisi itu membuat emas kurang menarik dibandingkan aset berbunga ketika suku bunga meningkat.

Sementara itu, harga perak naik 0,3 persen menjadi Dolar AS 66,34 per ons dan platinum menguat 1,1 persen ke 1.843,99 Dolar AS. Sebaliknya, paladium turun 2,5 persen menjadi 1.354,15 per ons Dolar AS.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya