Berita

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: BPMI Setpres)

Bisnis

Airlangga Ungkap Potensi Kontraksi Ekonomi di Wilayah Terdampak Bencana

SELASA, 08 SEPTEMBER 2026 | 11:28 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap adanya potensi kontraksi ekonomi di wilayah yang terdampak bencana alam.

"Tentu di daerah yang terdampak pasti terjadi kontraksi dan kami masih monitor program-program apa yang terkena dan di berbagai provinsi tersebut," kata Airlangga dalam sebuah pernyataan di Istana Merdeka, Jakarta, dikutip Selasa, 7 September 2026.

Airlangga menyebut dampak bencana terhadap aktivitas ekonomi mulai menjadi perhatian pemerintah, khususnya di daerah yang mengalami penurunan aktivitas masyarakat. 


Pemerintah masih melakukan pemantauan terhadap berbagai program yang terdampak di sejumlah provinsi.

"Sekarang juga kami sedang monitor akibat daripada letusan 5-6 gunung di Indonesia ini terutama untuk aktivitas masyarakat yang sangat berkurang," ujarnya. 

Selain aktivitas ekonomi, bencana juga berpotensi memengaruhi kelancaran distribusi logistik. Airlangga menyoroti sektor penerbangan yang turut terdampak karena memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas pengangkutan kargo.

"Logistik sudah pasti di sektor penerbangan sudah terjadi gangguan karena sektor penerbangan kan juga ada kaitannya dengan kargo," ujar Airlangga.

Rentetan bencana alam masih membayangi berbagai wilayah Indonesia. 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 1.730 kejadian bencana terjadi di Indonesia sejak awal tahun hingga 7 September 2026. Dari jumlah itu, karhutla menjadi kejadian yang paling banyak tercatat, yakni 627 kejadian.

Bencana lain yang terjadi mencakup banjir, cuaca ekstrem, hingga gempa bumi. 

Kondisi tersebut semakin kompleks setelah Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi dan memicu gangguan serius terhadap aktivitas penerbangan. 

Abu vulkanik menyebabkan penutupan sejumlah bandara, termasuk Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma, serta mengganggu ribuan penerbangan.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Hari Buruh, Wall Street Libur

Selasa, 08 September 2026 | 08:29

Krakatau Steel Rombak Direksi, Segini Pendapatan KRAS Semester I-2026

Selasa, 08 September 2026 | 08:15

Konflik Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dekati 100 Dolar AS

Selasa, 08 September 2026 | 07:57

OJK Wajibkan Free Float 15 Persen, Tegaskan Transparansi Tanpa Kompromi

Selasa, 08 September 2026 | 07:40

Saat Batu Bara Tertekan, UNTR Makin Mesra dengan Emas

Selasa, 08 September 2026 | 07:21

Anak Krakatau Erupsi, Kursi Bos Krakatau Steel Berganti

Selasa, 08 September 2026 | 07:01

Nellava Group dan Emas Now Pilih Jalur Hukum Hadapi Serangan di Ruang Digital

Selasa, 08 September 2026 | 06:50

Pemerintah Dituntut Siapkan Anggaran dan Kesiapsiagaan Logistik terkait Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 06:09

Kewajiban Moral Lindungi Rakyat dari Manipulasi Harga dan Mutu Beras

Selasa, 08 September 2026 | 05:44

Empat Pejabat Kejagung Diduga Terima Rp40 Miliar dari Tan Kian, Ini Tanggapan Kapuspenkum

Selasa, 08 September 2026 | 05:27

Selengkapnya