Berita

Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi. (Foto: Dok. BRI)

Bisnis

BRI Komitmen Jaga Shareholder Return di Tengah Akselerasi Pertumbuhan Bisnis

SENIN, 07 SEPTEMBER 2026 | 17:37 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menunjukkan fundamental yang solid dan pertumbuhan bisnis yang sehat hingga Triwulan II 2026. 

Kinerja tersebut menjadi fondasi bagi Perseroan untuk terus menciptakan nilai yang optimal dan berkelanjutan bagi pemegang saham, sekaligus menjaga kapasitas permodalan yang memadai untuk mendukung pertumbuhan bisnis ke depan.

Hingga akhir Triwulan II 2026, BRI secara konsolidasian membukukan laba bersih sebesar Rp31,2 triliun atau tumbuh 17,5% secara tahunan (year-on-year/yoy). 


Pertumbuhan tersebut ditopang oleh ekspansi kredit yang mencapai 16,2% yoy, disertai perbaikan kualitas aset yang tercermin dari penurunan NPL dari 3,0% menjadi 2,9%.

Di sisi permodalan, BRI juga mempertahankan CAR pada level 21,5%, berada di atas target jangka panjang perseroan sebesar minimal 20%, sehingga tetap memberikan ruang yang memadai untuk mendukung pertumbuhan bisnis ke depan. 

Kinerja ini mencerminkan kemampuan BRI untuk terus mendorong pertumbuhan bisnis dengan tetap menjaga kualitas aset dan permodalan secara disiplin.

Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi mengungkapkan bahwa kinerja tersebut menjadi modal penting bagi BRI untuk menjaga keseimbangan antara penciptaan nilai bagi pemegang saham dan kebutuhan pengembangan bisnis dalam jangka panjang.

“BRI senantiasa berkomitmen untuk menciptakan nilai yang optimal dan berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham,” ujar Achmad dalam keterangan tertulis, Senin 7 September 2026.

Menurutnya, kemampuan BRI dalam menciptakan shareholder value tetap ditopang oleh fundamental Perseroan yang semakin kuat. Pertumbuhan laba yang disertai ekspansi kredit dan perbaikan kualitas aset memberikan ruang bagi BRI untuk menjaga keseimbangan antara memberikan imbal hasil yang optimal kepada pemegang saham dan mempertahankan kapasitas permodalan untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan. 

Sambungnya, peningkatan modal yang utamanya dari laba memperkuat kapasitas BRI untuk menumbuhkan bisnis secara berkelanjutan.

“Kondisi tersebut memberikan ruang yang memadai bagi BRI untuk menjaga keseimbangan antara memberikan imbal hasil yang optimal kepada pemegang saham dan mempertahankan kapasitas permodalan untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan,” lanjut Achmad.

Bagi BRI, kata Achmad lagi, penciptaan nilai bagi pemegang saham tidak semata-mata dilihat dari besarnya dividend dan capital gain, tetapi juga dari kemampuan Perseroan meningkatkan laba, memperkuat fundamental, menjaga kualitas aset, serta menghasilkan pertumbuhan jangka panjang. 

Dalam konteks tersebut, pertumbuhan modal yang salah satunya dari peningkatan laba merupakan bagian dari strategi pengelolaan modal untuk memperkuat kapasitas BRI dalam membiayai pertumbuhan dan menangkap berbagai peluang bisnis ke depan.

“Kami melihat penciptaan nilai bagi pemegang saham dari perspektif yang jauh lebih luas. Dengan optimalisasi alokasi modal ini, kami berkomitmen untuk menciptakan pertumbuhan laba yang solid, sehingga mampu memberikan hasil dan nilai yang semakin meningkat bagi seluruh pemegang saham,” imbuh Achmad.

Ke depan, BRI akan terus menjalankan strategi pertumbuhan secara disiplin dengan menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis, kualitas aset, profitabilitas, dan kecukupan modal. 

Dengan fundamental yang solid serta kapasitas permodalan yang terjaga, BRI optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan sekaligus terus memberikan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham.

“Fokus kami adalah memastikan setiap keputusan alokasi modal mampu menciptakan nilai yang optimal dalam jangka panjang,” pungkas Achmad.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Wabah DBD Bangladesh Makin Parah, 42.590 Dirawat dan 117 Lainnya Meninggal Dunia

Senin, 07 September 2026 | 12:27

Purbaya Ajukan Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun di 2027

Senin, 07 September 2026 | 12:14

Public Expose Live 2026, 45 Emiten Siap Buka Kinerja dan Prospek Usaha

Senin, 07 September 2026 | 12:04

Kini Giliran Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Bengkulu Dipanggil KPK

Senin, 07 September 2026 | 11:53

Komisi VIII DPR Desak Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:41

Wamenhaj Tekankan Revitalisasi KBIHU dan Pelindungan Jemaah dari Travel Bermasalah

Senin, 07 September 2026 | 11:33

Harga Minyak Naik Lagi Sentuh Level 96 Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:25

Ombudsman Soroti Peredaran Narkoba dan Pungli di Lapas

Senin, 07 September 2026 | 11:21

Cadangan Devisa RI Agustus 2026 Capai Rp2.582 Triliun, Naik 1,2 Miliar Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:19

Belanja Mitigasi Jadi Investasi Hadapi Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:12

Selengkapnya