Berita

Ilustrasi Cara Bersihkan Abu Vulkanik Anak Gunung Krakatau di Rumah (Sumber: Gemini Generated Image)

Nusantara

Cara Bersihkan Abu Vulkanik Anak Gunung Krakatau di Rumah dengan Aman

MINGGU, 06 SEPTEMBER 2026 | 13:22 WIB | OLEH: TIFANI

Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan abu vulkanik menyebar ke sejumlah wilayah, termasuk kawasan sekitar Jabodetabek hingga Lampung. Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, termasuk mengetahui cara membersihkan abu vulkanik yang menempel di rumah maupun lingkungan sekitar.

Layanan penerbangan di empat bandara juga dilaporkan ditutup sementara hingga Minggu (6/9/2026) siang sebagai langkah mitigasi keselamatan penerbangan. Keempat bandara tersebut yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Bandara Radin Inten II, Bandara Halim Perdanakusuma, dan Bandara Budiarto.

Mengutip akun resmi Instagram BPBD Provinsi Banten, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi abu vulkanik akibat aktivitas Anak Gunung Krakatau. Masyarakat juga disarankan sebisa mungkin tetap berada di dalam rumah serta menutup pintu dan jendela dengan rapat.


Abu vulkanik tidak selalu terlihat tebal, tetapi tetap perlu diwaspadai karena dapat mengganggu kesehatan. Partikel abu yang sangat halus dapat masuk ke saluran pernapasan serta mengiritasi mata dan kulit.

Selain itu, abu vulkanik memiliki karakter berbeda dari debu rumah biasa. Partikel abu dapat mengandung material kristal yang tajam sehingga berpotensi menggores atau mengikis permukaan apabila dibersihkan dengan cara dilap atau disikat secara sembarangan.

Karena itu, membersihkan abu vulkanik perlu dilakukan dengan cara yang tepat agar abu tidak kembali beterbangan sekaligus mencegah kerusakan pada permukaan rumah.

Cara Membersihkan Abu Vulkanik di Luar Rumah

Berikut sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk membersihkan abu vulkanik di area luar rumah:

1. Gunakan masker dan pelindung mata

Sebelum mulai membersihkan, gunakan masker dan pelindung mata, seperti kacamata atau kacamata pelindung. Perlengkapan tersebut diperlukan untuk mengurangi paparan partikel abu ke saluran pernapasan dan mata.

2. Basahi abu dengan sedikit air

Siram sedikit air pada permukaan yang tertutup abu vulkanik. Tujuannya agar abu tidak mudah beterbangan ketika dibersihkan.

Namun, hindari menggunakan terlalu banyak air. Abu yang bercampur dengan air dalam jumlah berlebihan dapat berubah menjadi lumpur, menggumpal, dan justru lebih sulit dibersihkan.

3. Gunakan sekop untuk endapan abu yang tebal

Jika endapan abu vulkanik memiliki ketebalan lebih dari sekitar 1 sentimeter, gunakan sekop untuk mengangkat sebagian besar endapan tersebut. Sementara itu, untuk lapisan abu yang lebih tipis, pembersihan dapat dilakukan menggunakan sapu dengan bulu yang kaku.

4. Masukkan abu ke dalam kantong

Abu yang sudah dikumpulkan sebaiknya dimasukkan ke dalam kantong plastik sebelum dibuang. Hindari membiarkan tumpukan abu kembali tercecer karena dapat beterbangan dan terhirup.

5. Berhati-hati saat berjalan

Abu vulkanik dapat menjadi licin ketika terkena air. Karena itu, perhatikan pijakan selama proses pembersihan agar tidak terpeleset atau terjatuh.

Cara Membersihkan Abu Vulkanik di Dalam Rumah

Abu vulkanik yang masuk ke dalam rumah juga perlu dibersihkan dengan hati-hati. Berikut langkah yang dapat dilakukan:

1. Gunakan masker dan pelindung mata

Sebelum membersihkan bagian dalam rumah, gunakan masker dan pelindung mata. Pastikan pula ruangan memiliki ventilasi yang baik.

2. Pilih metode pembersihan tanpa debu

Sebisa mungkin gunakan metode yang tidak membuat abu kembali beterbangan. Pembersihan dapat dilakukan dengan air dan detergen, menggunakan kain lembap, atau penyedot debu.

Hindari menyapu lantai dalam kondisi kering karena gerakan sapu dapat membuat partikel abu kembali terangkat ke udara.

3. Gunakan kain pel lembap

Untuk lantai, gunakan kain pel atau kain yang sudah dibasahi. Jika terdapat endapan abu yang cukup tebal, basahi terlebih dahulu agar lebih mudah diangkat.

Abu yang terkumpul kemudian dapat dimasukkan ke dalam kantong untuk dibuang.

4. Bersihkan karpet dan furnitur secara perlahan

Untuk karpet dan furnitur berlapis kain, gunakan penyedot debu terlebih dahulu. Setelah itu, permukaan dapat dibersihkan menggunakan sampo atau detergen.

Hindari menggosok permukaan terlalu keras karena partikel abu vulkanik yang tajam berpotensi merusak serat kain.

5. Hati-hati membersihkan kaca dan permukaan mengilap

Kaca, enamel porselen, dan akrilik perlu dibersihkan secara perlahan karena abu vulkanik dapat menyebabkan goresan. Gunakan kain atau spons yang sudah direndam dalam detergen. 

Alih-alih mengusapnya dengan tekanan kuat, bersihkan dengan cara ditepuk-tepuk secara perlahan.

6. Bersihkan furnitur berbahan kayu

Untuk furnitur dengan permukaan kayu, gunakan penyedot debu untuk mengangkat abu terlebih dahulu. Setelah itu, tepuk-tepuk permukaan menggunakan kain basah. 

Hindari menggosok permukaan secara keras agar tidak menyebabkan goresan.

7. Bersihkan kain yang terkena abu

Kain yang terkena abu vulkanik sebaiknya dibilas terlebih dahulu menggunakan air mengalir sebelum dicuci. Kain juga dapat dibawa ke luar ruangan dan dipukul-pukul secara perlahan untuk membantu menghilangkan abu sebelum proses pencucian.

8. Bersihkan peralatan elektronik

Komputer, televisi, dan peralatan elektronik lainnya perlu dibersihkan dengan hati-hati. Gunakan penyedot debu atau udara bertekanan untuk menghilangkan abu dari permukaannya.

Sebelum membersihkan perangkat elektronik, pastikan perangkat dalam kondisi mati dan sudah dicabut dari sumber listrik.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya