Berita

Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan jajaran Danantara di kediamannya, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat malam, 4 September 2026. (Foto: Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Genjot Hilirisasi dan Perampingan BUMN

SABTU, 05 SEPTEMBER 2026 | 14:35 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan hilirisasi sumber daya alam sekaligus melanjutkan penataan perusahaan pelat merah.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan jajaran Danantara di kediamannya, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat malam, 4 September 2026.

Dalam pertemuan tersebut, perkembangan hilirisasi menjadi salah satu pembahasan utama. Pemerintah didorong mempercepat proses pengolahan sumber daya alam di dalam negeri agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.


Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, hilirisasi dapat memperkuat investasi sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi dari kekayaan sumber daya alam Indonesia.

“Percepatan hilirisasi sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri, memperkuat investasi, serta menciptakan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia,” kata Teddy dalam keterangan tertulis.

Selain hilirisasi, Prabowo juga mendapat laporan mengenai perkembangan penataan dan perampingan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Hingga saat ini, sebanyak 290 BUMN telah ditutup. Kebijakan tersebut diklaim telah menghasilkan penghematan anggaran negara hingga Rp50 triliun.

Penataan perusahaan negara itu masih akan berlanjut. Pemerintah menargetkan sedikitnya 700 BUMN lainnya ditutup hingga akhir Desember 2026.

Jika target tersebut terealisasi, restrukturisasi BUMN diproyeksikan mampu menghasilkan efisiensi anggaran hingga Rp100 triliun.

Prabowo menekankan agar proses penataan tersebut tidak dilakukan secara sembarangan. Restrukturisasi harus mampu menghasilkan perusahaan negara dengan struktur yang lebih ramping, sehat, profesional, dan memberikan kontribusi maksimal terhadap perekonomian.

“Bapak Presiden menegaskan pentingnya penataan BUMN dilakukan secara terukur dan menyeluruh untuk menciptakan struktur perusahaan negara yang lebih efisien, sehat, profesional, dan mampu memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian nasional,” ujar Teddy.

Pertemuan itu turut dihadiri COO Danantara Dony Oskaria, hingga Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya