Berita

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Al-Falah Sumberadi, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. (Foto: Istimewa)

Politik

Sobary Sentil Jokowi: Masih Kuat Kau Ngomong Jangan Mateni Orang?

SABTU, 05 SEPTEMBER 2026 | 05:32 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Budayawan Mohamad Sobary menanggapi nasihat Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang menyinggung tentang kekuasaan saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Al-Falah Sumberadi, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu 29 Agustus 2026.

Menurut Sobary, ungkapan Jokowi tersebut seharusnya diutarakan untuk dirinya sendiri. Sebab menurutnya, selama ini Jokowi sudah menzalimi rakyat Indonesia.

"Kuat kau melakukan omonganmu itu? Kamu sakti jangan mateni orang," kata Sobary, dikutip dari Podcast Madilog Forum Keadilan, Sabtu 5 September 2026.


Sobary menekankan bahwa selama berkuasa, Jokowi sudah banyak menzalimi banyak orang.

"Berapa wartawan yang kau kirim ke penjara? Aktivis-aktivis berapa yang kau kirim ke penjara? Apa itu tidak Mateni orang," sentil Sobary.

Sobary lalu menyinggung dua aktivis, Dokter Tifauzia Tyasuma (dr. Tifa) dan Roy Suryo yang harus berurusan dengan aparat penegak hukum gara-gara menggugat keabasahan ijazah S1 Jokowi.

"Masih kuat kau mau ngomong seperti itu," tanya Sobary. 

Sebelumnya, Joko Widodo mengingatkan para pemegang kekuasaan agar tidak menggunakan jabatan untuk menyakiti atau menjatuhkan orang lain.

Jokowi mengutip petuah Jawa, “Lamun siro sekti, ojo mateni”, yang dimaknainya sebagai pesan agar kekuatan tidak digunakan secara sewenang-wenang.

Menurutnya, kekuasaan dan jabatan hanya bersifat sementara sehingga harus dijalankan dengan bijaksana.

“Kekuasaan itu hanya sementara. Kekuasaan itu hanya sak detik. Jabatan itu hanya sampiran," kata Jokowi.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya