Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

Purbaya Pamer Penerimaan Pajak Tumbuh 30 Persen Tanpa Naikkan Tarif

JUMAT, 04 SEPTEMBER 2026 | 13:59 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim penerimaan pajak tumbuh 30 persen hingga akhir Juli 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut Purbaya, pertumbuhan tersebut menunjukkan penerimaan negara masih berada di jalur yang sesuai dengan target pemerintah, bahkan melampaui perkiraan awal. Capaian itu, kata dia, diraih tanpa menaikkan tarif atau menambah jenis pajak baru.

“Penerimaan kita di atas perkiraan semula, dan itu terjadi tanpa kenaikan tarif pajak, tanpa pajak baru. Saya cukup perbaiki saja kinerja orang-orang pajak kita,” ujar Purbaya di Jakarta, dikutip Jumat, 4 September 2026.


Purbaya juga menyebut kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih terjaga. Hingga Juli 2026, defisit APBN tercatat sebesar 0,91 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Untuk mempertahankan tren penerimaan tersebut, Purbaya mengatakan akan membenahi kinerja aparatur di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Ia menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada pegawai yang terbukti melakukan pelanggaran, penyalahgunaan wewenang, maupun fraud.

Pengawasan internal juga akan diperkuat untuk memastikan pejabat pajak bekerja sesuai aturan dan kode etik.

“Jadi untuk pajak, masyarakat sudah tahu sering bocor sana-sini, saya periksa kira-kira pejabat mana yang sering mengerjakan hal-hal yang negatif,” tutur bendahara negara tersebut.

Pembenahan serupa juga akan dilakukan di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Menurut Purbaya, reformasi sumber daya manusia di kedua institusi menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan penerimaan negara.

Ia ingin memastikan petugas pajak, kepabeanan, dan cukai bekerja secara profesional dan kompeten, termasuk dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta pengguna jasa ekspor-impor.

Purbaya meyakini perbaikan kinerja aparatur dapat meningkatkan efektivitas pemungutan pajak sekaligus menutup berbagai celah kebocoran penerimaan.

“Terus yang bocor-bocor saya coba tutup, lalu pegawai pajak yang nakal-nakal saya berhentikan. Sekarang pajak sudah jauh lebih bagus kinerjanya,” tandasnya.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Diam-diam Nusron Wahid Datang ke KPK Tanpa Penjadwalan Pemeriksaan

Rabu, 04 November 2026 | 10:26

Harga Minyak Dunia Turun ke 103 Dolar AS

Rabu, 04 November 2026 | 10:17

Skandal Listyo Sigit jadi Pintu Masuk Seret Jokowi-Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 10:13

Kapolri Terlama yang Sukses Tanam Jagung jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Mahfud MD: Gila!

Rabu, 04 November 2026 | 09:51

Laporan Keuangan Danantara Ditarget Rampung November 2026

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

PT Djarum Bayar Cukai Tak Semestinya, Negara Rugi Triliunan Rupiah

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

Prabowo Saja Bisa Disadap Apalagi Rakyat Jelata

Rabu, 04 November 2026 | 09:41

Perkuat Hilirisasi, NTB Berpeluang Jadi Sentra Industri Kelapa

Rabu, 04 November 2026 | 09:33

Listyo Sigit Lakukan Kejahatan Paling Jahat

Rabu, 04 November 2026 | 09:30

IHSG Merah, Mayoritas Saham Berguguran

Rabu, 04 November 2026 | 09:20

Selengkapnya