Berita

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Foto: Istimewa)

Politik

Padamkan Karhutla

Operasi Modifikasi Cuaca Terus Digenjot Seiring Potensi Awan Hujan

RABU, 02 SEPTEMBER 2026 | 19:11 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus digenjot dengan memaksimalkan potensi awan hujan yang tersedia. Berdasarkan informasi BMKG, peluang awan hujan di Jambi diperkirakan meluas pada 10-15 September.

Potensi awan hujan tersebut sebelumnya disampaikan oleh Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Thaha (STS) Jambi Ibnu Sulistyono dalam Rakor Karhutla di Jambi. Rakor ini dipimpin oleh Menhut Raja Juli Antoni, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Gubernur Jambi Al Haris, dihadiri oleh kepala daerah, TNI Polri, Manggala Agni Kemenhut.

Potensi awan hujan saat ini disebut masih terbatas di sejumlah wilayah Jambi. Namun, pada periode 10-15 September, peluang munculnya awan hujan diperkirakan mencakup wilayah Jambi secara lebih luas.


“Yang paling efektif itu OMC, itu nggak ada lawan. Baik itu hujan alami maupun itu OMC, hujan. Karena hanya dengan OMC itu persoalan karhutla dapat diselesaikan,” ujar Menhut Raja Antoni, Rabu, 2 September 2026.

Seluruh pihak diminta tetap menjaga kondisi karhutla di Jambi. Meski trennya relatif baik, penambahan hotspot tetap perlu diikuti dengan pengecekan untuk memastikan kondisi fire spot.

“Ternyata pagi hari ini bertambah hotspot-nya. Fire spot-nya dicek kembali tadi saya sudah sampaikan pada Kepala BPBD. Relatif ya, relatif oke,” ujarnya.

Dia menegaskan setiap potensi awan hujan yang tersedia akan dimaksimalkan untuk mendukung penanganan karhutla. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghadapi September yang disebut sebagai periode penting dalam penanganan karhutla.

Menhut lantas meminta seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri hingga masyarakat, bersama-sama berpartisipasi mengatasi karhutla.

“Jadi semua saya harap, Pemda, TNI, Polri, termasuk masyarakat, diharapkan bersama-sama berpartisipasi untuk mengatasi persoalan karhutla ini,” tutupnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya