Berita

Menag Nasaruddin Umar dan Kardinal Mgr. Ignatius Suharyo mendampingi Menteri Federal Jerman, Reem Alabali Radovan dan para delegasi Jerman mengunjungi Katedral Jakarta (Foto: Kemenag)

Nusantara

Dari Istiqlal hingga Katedral, Menteri Jerman Belajar Toleransi Indonesia

KAMIS, 20 AGUSTUS 2026 | 14:29 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kehidupan umat beragama yang berdampingan di Indonesia mendapat perhatian dari Menteri Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan, Reem Alabali Radovan. 

Saat mengunjungi Masjid Istiqlal, Gereja Katedral Jakarta dan Terowongan Silaturahim pada Rabu 19 Agustus 2026, Reem menyebut praktik toleransi tersebut layak menjadi pembelajaran bagi dunia.

“Ini suatu kehormatan besar bagi saya dan para delegasi kami dari Jerman untuk bisa berada di Tunnel of Tolerance (Terowongan Silaturahim) antara masjid dan katedral. Ini sangat mengagumkan dan menunjukkan cara Indonesia dan orang Indonesia menjalankan keamanan, persahabatan, dan toleransi antara agama,” ujar Reem.


Menurutnya, pesan toleransi yang ditunjukkan Istiqlal dan Katedral semakin penting di tengah berbagai tantangan global. Ia bahkan menyebut pengalaman Indonesia dapat menjadi pembelajaran bagi negara lain, termasuk Jerman.

“Ini adalah model yang bagus bagi banyak tempat di dunia. Juga bagi kita di Jerman, kita bisa belajar dari itu. Ini suatu kehormatan besar bagi saya,” katanya.

Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste mengatakan, kehidupan beragama yang harmonis di Indonesia mendapat penghargaan tinggi di Jerman. Karena itu, pihaknya sengaja mengajak Reem melihat langsung praktik toleransi dan kerja sama antarumat beragama.

“Kami membawa tamu yang sangat penting hari ini, yaitu Menteri Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan. Di Jerman, terdapat penghargaan yang tinggi terhadap bagaimana agama-agama dapat hidup berdampingan dan bekerja sama di Indonesia. Itulah yang kami tunjukkan kepada tamu kami," ujar Ralf.

“Kami akan membawa cerita ini pulang ke Jerman tentang betapa baiknya kerja sama antarumat beragama di Indonesia. Saya sangat bersyukur kepada Menteri Agama yang telah memungkinkan hal ini,” lanjutnya.

Kunjungan tersebut turut didampingi Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Kardinal Gereja Katolik Indonesia Mgr. Ignatius Suharyo.

Nasaruddin berharap kedekatan Istiqlal dan Katedral serta Terowongan Silaturahim sebagai simbol toleransi Indonesia semakin dikenal dunia.

“Saya kira ini adalah sebuah simbol yang perlu diperkenalkan oleh dunia, bahwa dua rumah ibadah itu disatukan oleh sebuah Terowongan Silaturahim,” kata Menag.

Menurut Nasaruddin, terowongan tersebut juga menghadirkan simbol kehidupan beragama yang berdampingan. Dari sisi masjid, pengunjung dapat mendengar suara beduk, sedangkan dari sisi Katedral terdengar bunyi lonceng gereja.

“Jadi, ini sangat penting dan menjadi ikon di Jakarta, Indonesia saat ini, karena seperti yang Anda lihat, kita memiliki banyak ornamen yang melambangkan toleransi,” ujar Menag.

Sementara itu, Mgr. Ignatius Suharyo mengatakan kedekatan Istiqlal dan Katedral telah memiliki makna simbolis sejak awal pembangunan masjid. Presiden Soekarno saat itu, kata dia, bersikeras agar masjid negara dibangun berdekatan dengan Katedral.

Simbolisme tersebut kemudian diperkuat dengan kehadiran Terowongan Silaturahim yang menghubungkan kedua rumah ibadah.

“Simbolisme toleransi dan nasionalisme itu dilengkapi dengan hadirnya Terowongan Silaturahim ini,” pungkasnya.


Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya