Berita

Peresmian Indonesia Bullion Market Association (IBMA) resmi dibentuk pada Kamis 20 Agustus 2026. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Resmi Dibentuk, IBMA Perkuat Ekosistem Pasar Emas Nasional

KAMIS, 20 AGUSTUS 2026 | 12:48 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Indonesia Bullion Market Association (IBMA) resmi dibentuk pada Kamis 20 Agustus 2026. Asosiasi ini dirancang sebagai wadah kolaborasi para pelaku industri untuk memperkuat dan memperdalam pasar bullion nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pembentukan IBMA menandai fase baru dalam pengembangan industri bullion di Indonesia.

Menurutnya, setelah fondasi regulasi dan kelembagaan dibangun melalui implementasi kegiatan usaha bullion atau Bank Emas, tahap selanjutnya adalah menciptakan pasar yang semakin efisien, likuid, transparan, dan terintegrasi.


"Tantangan kita bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi memastikan emas tersebut dikelola di dalam negeri sehingga menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional," kata Airlangga dalam peresmian IBMA di BSI Tower, Jakarta.

Airlangga berharap IBMA dapat menjadi katalis yang memperkuat kolaborasi antar pelaku industri sekaligus meningkatkan daya saing pasar bullion Indonesia.

IBMA sendiri beranggotakan pelaku usaha yang bergerak dari hulu hingga hilir, mulai dari perusahaan pertambangan emas, manufaktur dan pengolahan emas, perdagangan emas batangan, perusahaan pembiayaan dan lembaga keuangan nonbank, hingga bank bullion.

Sejumlah perusahaan yang telah bergabung antara lain PT Pegadaian, Bank Syariah Indonesia (BSI), PT Hartadinata Abadi Tbk, UBS Gold, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN), Galeri 24, Brinks Solution Indonesia, ICDX Group, PT Central Mega Kencana, PT Sentral Kreasi Kencana, serta PT Laku Emas Indonesia.

Direktur Pemasaran, Penjualan dan Pengembangan Produk PT Pegadaian sekaligus Ketua Umum IBMA, Selfie Dewiyanti mengatakan, asosiasi tersebut diharapkan menjadi akselerator dalam membangun ekosistem perdagangan dan jasa bullion nasional yang transparan serta berdaya saing global.

"Melalui penguatan wadah ini, seluruh pelaku industri didorong untuk menciptakan pasar bullion Indonesia yang kredibel, kompetitif, dan memenuhi standar internasional," kata Selfie.

Selfie menuturkan, dalam jangka panjang IBMA diharapkan mampu mendorong transformasi Indonesia dari negara produsen emas menjadi pusat perdagangan dan jasa bullion atau bullion hub di kawasan regional.

Penguatan ekosistem bullion juga dinilai dapat membuka peluang lebih besar bagi pengembangan layanan keuangan berbasis emas, seperti tabungan, pembiayaan, perdagangan, dan penitipan emas.

“Dengan ekosistem yang semakin kuat, Indonesia tidak hanya akan menjadi negara penghasil emas, tetapi juga berkembang sebagai pusat perdagangan dan jasa bullion di kawasan yang mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap investasi, pendalaman pasar keuangan, dan pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Selfie.

Pembentukan IBMA juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat rantai nilai emas nasional dari hulu hingga hilir. 

Langkah tersebut mencakup peningkatan kapasitas industri pengolahan emas, pengembangan jasa keuangan bullion, penyempurnaan regulasi, insentif fiskal, serta harmonisasi standar industri dengan praktik internasional.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya