Berita

Longsor di tambang emas Afrika Tengah (Foto: X)

Dunia

Tambang Emas Longsor di Afrika Tengah, Lebih dari 100 Orang Tewas

KAMIS, 20 AGUSTUS 2026 | 11:42 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Korban tewas akibat runtuhnya tambang emas di wilayah barat Republik Afrika Tengah bertambah menjadi lebih dari 100 orang. 

Mengutip laporan BBC, Kamis, 20 Agustus 2026, Tambang emas tradisional itu runtuh di hari Selasa pagi, 18 Agustus 2026 di Desa Zamboye, Prefektur Nana-Mambere, dekat perbatasan dengan Kamerun.

Relawan Palang Merah setempat yang terlibat dalam upaya bantuan, Gervais Ganagoroh, mengatakan proses penanganan masih berlangsung di lokasi kejadian.


Jumlah korban diperkirakan masih dapat bertambah lantaran sejumlah orang masih dinyatakan hilang dan sebagian lainnya diduga terjebak di bawah reruntuhan.

Anggota Dewan Pemuda Zamboye, Bertrand Be Yangué, mengatakan peluang menemukan korban dalam kondisi hidup sangat kecil.

“Menemukan mereka hidup-hidup akan menjadi sebuah keajaiban. Kami sedih dan patah hati melihat para pemuda dan pemudi tewas setelah datang ke tambang untuk menyelamatkan keluarga mereka dari keputusasaan," kata Yangué.

Penyelidikan telah dibuka untuk mengetahui penyebab runtuhnya tambang, mengidentifikasi para korban dan pihak yang bertanggung jawab mengoperasikan lokasi tersebut.

Rekaman dari lokasi memperlihatkan para penambang, yang sebagian besar merupakan laki-laki dan perempuan muda dengan tubuh berlumuran lumpur, berusaha mengeluarkan jenazah dari lubang tambang. 

Puluhan penambang dan pekerja lain terlihat tersebar di area tambang yang luas, sementara beberapa di antaranya berteriak meminta pertolongan.

Runtuhnya tambang tradisional merupakan kejadian yang kerap terjadi di Republik Afrika Tengah. 

Ribuan orang bekerja di sektor penambangan skala kecil tersebut dengan perlindungan keselamatan yang terbatas, sehingga aktivitas berisiko tinggi itu sering berujung pada kecelakaan dan korban jiwa.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ketika Gerakan Sosial Baru Menggugat Tatanan Politik

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:15

Ada Demo Mahasiswa, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:00

Cegah Perpecahan, Bagusnya Gibran Mundur

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:38

Ada Indikasi Dendam Politik di Balik Wacana Pelengseran Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:24

Legislator PKB Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Majalengka

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:01

Realisasi Investasi Hingga Kuartal III Sentuh Rp1.539 T

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Tembus Rp3.923 Triliun

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Ferry Juliantono Terpilih Jadi Presiden Syarikat Islam

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:53

Masyarakat Adat Wanam Merauke Butuh Pelatihan Pertanian Berkelanjutan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:45

BEM-KSI Gelar Silaturahmi ke PBNU dan Beri Apresiasi ke Gus Gudfan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:29

Selengkapnya