Berita

Amien Rais. (Foto: YouTube)

Politik

Sikap Amien Rais Makin Plinplan dan Mirip Sengkuni

KAMIS, 20 AGUSTUS 2026 | 03:14 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pernyataan mantan Ketua MPR RI Amien Rais yang mengkritik para pengusul kembali ke UUD 1945 naskah asli atau sebelum amandemen terus menuai sorotan tajam.

Aktivis senior M. Hatta Taliwang menilai pernyataan tersebut makin menunjukkan ketidakjelasan sikap Amien Rais sebagai tokoh senior.

“Kalau benar (pernyataan itu) maka makin nyata sikap Amien Rais ini plinplan,” kata Hatta kepada RMOL di Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026.


Ia membeberkan sejumlah fakta bahwa Amien Rais dahulunya pernah mendukung gerakan kembali ke UUD 1945 asli. Di antaranya saat dirinya meminta maaf kepada Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno soal terjadinya amandemen UUD 1945.

Kemudian, lanjut Hatta, Amien Rais juga pernah menemui Ketua DPD (2019-2024) AA LaNyalla Mahmud Mattalitti di Kompleks Parlemen pada 24 Juni 2024 yang kala itu DPD sedang gencar menyuarakan kembali ke UUD 1945 asli. 

“Ia (Amien Rais) menyatakan keyakinannya bahwa Prabowo Subianto akan menyetujui gagasan tersebut. Amien mengatakan Prabowo akan setuju. Secara tersirat Amien setuju kembali ke UUD 45.Amien juga mengusulkan Presiden kembali dipilih MPR, yang merupakan konsekuensi penting dari konstruksi UUD 1945 sebelum perubahan,” jelasnya.

Tak sampai di situ, menurut Hatta, Amien juga kerap terlibat dalam berbagai forum yang mengusung kembali ke UUD 1945 asli. 

“Menyangkut substansi yang disampaikan, Amien Rais sadar atau tidak bahwa UUD 45 sudah diganti dengan UUD 2002. Kita mau kembali itu bukan surut dalam pemikiran tapi kembali ke visi awal didirikannya Republik Indonesia agar kita tidak terus tersesat,” ungkapnya.

“Dengan diturunkannya derajat MPR RI dari Lembaga Tertinggi Negara, menjadi Lembaga Tinggi Negara, menyebabkan tak ada kontrol terhadap Presiden dan lembaga tinggi Yudikatif, sadar gak Amien Rais atas dampaknya? Pilpres langsung yang diintrodusir oleh UUD 2002, sadar gak Amien Rais bahwa itu menyimpang dari Sila ke-4 Pancasila? Sadar gak atas segala kebusukan dan keburukan pilpres langsung yang merupakan praktik demokrasi liberal ala Indonesia,” tambah Hatta.

Senada, Ketua Pusat Studi Kajian Rumah Pancasila, Prihandoyo Kuswanto menyatakan bahwa pernyataan Amien Rais sama saja maling teriak maling. 

“Yang bilang ‘kembali ke UUD 45 setback’, padahal dia sendiri yang mencuri kedaulatan rakyat. Rakyat tidak pernah memberi mandat pada  MPR 1999 di bawah Pak Amien Rais  untuk mengubah UUD 1945. Sebelum mengubah UUD 1945, MPR menghapus dulu TAP MPR & UU tentang Referendum, kenapa? Karena takut ditolak rakyat. Ini namanya menghilangkan Kedaulatan Rakyat,” kata Prihandoyo.

Ia menegaskan bahwa Amien Rais telah menipu mentah-mentah rakyat Indonesia dengan menyebut UUD 2002 sebagai UUD 1945. 

“Jadi kalau ada yang bilang kembali ke UUD 45 itu setback, jawabannya yang setback itu amandemen ilegal yang merampas hak rakyat! Maka rakyat ditipu dengan mengatakan UUD (amandemen) masih disebut UUD 1945,” jelas dia.

Sebelumnya, Amien Rais dalam media sosial pribadinya menyebut bahwa gagasan kembali ke konstitusi lama tidak masuk akal.

“Sudah lama saya dengar dan saya baca, ada tokoh masyarakat dan tokoh politik yang mengusulkan sebuah usulan ajaib dan sekaligus tidak masuk nalar atau masuk akal. Usulan itu adalah ajakan supaya bangsa Indonesia kembali ke Undang-Undang Dasar 1945 yang asli,” kata Amien. 

Lantas pendiri PAN dan Partai Ummat itu menjelaskan bahwa gagasan kembali ke UUD 1945 sama saja kemunduran dan ingin kembali ke era Orde Baru. 

Alhasil pemikiran Amien tak ubahnya sebagai pemikiran yang licik dan penuh pengkhianatan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Sikap tersebut dalam dunia pewayangan digambarkan dalam sosok Sengkuni yang menggerogoti negara dari dalam.
 


Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

UPDATE

Menteri Haji Usul BPIH 2027 Naik 10-15 Persen

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:22

Perpres Ojol 2026 Dikebut, Ini 3 Tarif yang Bakal Diatur Pemerintah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:12

Film Insidious: Out of the Further Resmi Tayang di Indonesia, Ini Sinopsisnya

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:01

Penyegaran AKD Golkar Strategis Perkuat Kinerja DPR

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:54

Rupiah Menguat Rp17.840 Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:38

Trump Hentikan Latihan Militer AS-Korsel Lebih Cepat Demi Hubungan Baik dengan Korut

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:26

IGCE 2026 Momentum Indonesia Jadi Raksasa Geothermal Dunia

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:23

Polri-Kejagung Kompak Minta Hakim Tolak Praperadilan Febrie Adriansyah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:21

Mantan Pelatih Pelatnas Panjat Tebing Jadi Tersangka Pelecehan Atlet

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:01

Gerak Cepat Pemerintah Harus Dirasakan Rakyat NTT

Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:45

Selengkapnya