Berita

Kabut tebal mengganggu aktivitas masyarakat Banjarbaru. (Foto: Media sosial)

Nusantara

Udara Banjarbaru Level Berbahaya: Kota Sesak Napas, Penerbangan Amburadul

RABU, 19 AGUSTUS 2026 | 19:12 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengepung wilayah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan kian memprihatinkan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis kualitas udara di Banjarbaru telah menembus tingkat risiko tertinggi dan masuk dalam kategori "Berbahaya" bagi kesehatan masyarakat.

Berdasarkan data pemantauan konsentrasi Particulate Matter (PM2.5) dari stasiun BMKG Banjarbaru, grafik polusi udara melonjak tajam melampaui ambang batas emisi konsentrasi PM2.5 yang ditetapkan pada angka 55 µgram/m3.


Lonjakan polutan halus berbahaya tersebut terkonsentrasi pekat sejak Rabu, 19 Agustus 2026 dini hari hingga pagi hari, menyusul menguatnya sebaran kabut asap yang menyelimuti wilayah Banjarbaru dan sekitarnya.

BMKG mengategorikan kualitas udara berdasarkan tingkat konsentrasi PM2.5 menjadi lima rentang: "Baik" (0-15.4 µgram/m3), "Sedang" (15.5-55.4 µgram/m3), "Tidak Sehat" (55.5-150.4 µgram/m³), "Sangat Tidak Sehat" (150.5-250.4 µgram/m3), dan "Berbahaya" untuk tingkat konsentrasi di atas 250.4 µgram/m3.

Kondisi udara yang menembus level "Berbahaya" ini membawa risiko serius bagi seluruh populasi, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta penderita penyakit saluran pernapasan dan jantung.

Menyikapi buruknya paparan PM2.5 yang dapat mengendap hingga ke paru-paru, masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan diimbau untuk selalu mengenakan masker medis standar atau masker N95 guna meminimalisir ancaman Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Paparan Asap Meluas

Kini, sebaran kabut asap pekat tidak hanya terisolasi di pusat titik api Banjarbaru, namun telah menginvasi dan merambah luas hingga ke kawasan Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar.

Di wilayah perbatasan Landasan Ulin, Liang Anggang, hingga jalan penghubung Trans Kalimantan, paparan asap memicu anjloknya jarak pandang (visibility) ekstrem hingga tersisa 5 sampai 10 meter pada jam-jam rawan pagi hari.

Lalu Lintas Penerbangan Terganggu

Asap tebal turut mengganggu lalu lintas penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor di Banjarbaru. Rendahnya jarak pandang di bawah ambang batas aman penerbangan sempat merusak jadwal penerbangan dan memaksa sejumlah armada pesawat menunda keberangkatan demi keselamatan.

Tercatat ada 12 penerbangan terdampak, terdiri atas delapan jadwal keberangkatan dan empat kedatangan.

Penerbangan tersebut mengalami penundaan (delay) hingga tiga jam dan baru berangsur normal sekitar pukul 09.00 Wita. Sementara jadwal penerbangan yang mengalami delay di antaranya rute dari Banjarmasin menuju Surabaya, Jakarta, dan Semarang.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya