Berita

(Foto: Dok. BRI)

Bisnis

Berawal dari Usaha Rumahan

Kelompok Usaha Harapan Bersama Buka Peluang Ekonomi Desa Berkat Program AURA BRI Peduli

SENIN, 17 AGUSTUS 2026 | 14:07 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Di Desa Cibubuan, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang, Kelompok Usaha Harapan Bersama yang diketuai oleh Sri Dolar Damayanti tumbuh dari sebuah usaha rumahan sederhana yang kemudian berkembang menjadi wadah pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat sekitar. 

Kelompok ini resmi terbentuk pada tahun 2019, berawal dari berkembangnya Hj Nonoh Snack yang sejak tahun 2014 memproduksi makanan ringan tradisional khas Sunda. Kehadiran kelompok ini menjadi harapan baru bagi para anggotanya, terutama saat pandemi Covid-19. 

Di tengah keterbatasan ekonomi akibat pandemi, Kelompok Usaha Harapan Bersama menjadi kesempatan bagi masyarakat sekitar untuk tetap bekerja, memperoleh penghasilan, sekaligus membantu menopang perekonomian keluarga.


Berbekal resep yang diwariskan secara turun-temurun, Kelompok Usaha Harapan Bersama mengolah beragam makanan ringan tradisional khas Sunda, mulai dari emping melinjo original, opak, opak ketan bakar, opak kembung, raginang, kolontong, hingga berbagai jenis keripik. 

Dengan mempertahankan cita rasa autentik dan kualitas produk, hasil olahan kelompok ini semakin dikenal dan diminati masyarakat.

Seiring meningkatnya permintaan pasar, terutama menjelang Hari Raya dan Tahun Baru, Kelompok Usaha Harapan Bersama menghadapi berbagai tantangan dalam proses produksi.

"Tantangan terbesar yang kami hadapi adalah meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan pasar. Selain itu, proses produksi juga memiliki risiko lebih besar ketika musim hujan karena kami masih bergantung pada proses penjemuran dan keterbatasan alat pengering," ujar Sri dikutip Senin 17 Agustus 2026.

Pada tahun 2026, Kelompok Usaha Harapan Bersama bergabung sebagai penerima manfaat Program AURA (Aspire to Uplift, Revive, and Achieve) yang diinisiasi BRI Peduli. 

Program ini merupakan wujud komitmen BRI Peduli dalam memperkuat kapasitas pelaku UMKM agar dapat mengembangkan usahanya sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi yang tumbuh dari masyarakat.

Melalui dukungan Program AURA, proses produksi Kelompok Usaha Harapan Bersama menjadi lebih optimal. Kelompok kini tidak lagi sepenuhnya bergantung pada cuaca dalam proses pengeringan sehingga aktivitas produksi dapat berjalan lebih lancar, termasuk ketika permintaan pasar meningkat. 

Sistem penyimpanan produk juga menjadi lebih tertata, rapi, dan higienis sehingga kualitas produk dapat terjaga dengan lebih baik.

"Setelah mengikuti Program AURA dari BRI, proses produksi kami menjadi lebih lancar dan meningkat. Proses pengeringan tidak lagi bergantung pada cuaca matahari, sementara sistem penyimpanan menjadi lebih baik, lebih rapi, dan higienis. Dampaknya, beberapa pelanggan rutin, seperti toko dan distributor, mulai menambah jumlah pesanannya," imbuhnya.

Peningkatan kapasitas produksi tersebut turut mendorong perkembangan usaha kelompok. Dengan proses produksi yang semakin efisien, Kelompok Usaha Harapan Bersama mampu memenuhi permintaan pelanggan secara lebih optimal. 

Beberapa pelanggan tetap, seperti toko maupun distributor, bahkan mulai meningkatkan jumlah pemesanan sehingga memberikan peluang usaha yang semakin besar bagi para anggota kelompok.

Sri menegaskan, dukungan bagi pelaku UMKM di pedesaan memiliki peran penting dalam mendorong tumbuhnya usaha berbasis potensi lokal. 

Ia berharap semakin banyak kelompok usaha yang memperoleh kesempatan untuk berkembang melalui pembinaan, penguatan kapasitas usaha, serta kemudahan akses layanan keuangan hingga menjangkau pelosok desa.

"Kami juga bersyukur telah menjadi mitra dan nasabah BRI selama ini karena mendapatkan fasilitas permodalan dan pembinaan. Semoga ke depan BRI tetap menjadi mitra usaha untuk semua dan kami dapat terus tumbuh dan berkembang bersama BRI," tutupnya.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan bahwa melalui Program AURA dari BRI Peduli, perseroan terus memperkuat peran perempuan sebagai penggerak ekonomi melalui berbagai upaya pemberdayaan, mulai dari peningkatan keterampilan, pengembangan usaha, hingga penguatan kapasitas kewirausahaan.

"Kami berharap program ini dapat terus mendorong lahirnya lebih banyak perempuan tangguh yang mampu menggerakkan ekonomi keluarga dan masyarakat," ujar Dhanny.

Hingga saat ini, Program AURA BRI Peduli yang diluncurkan pada 2021 telah memberdayakan 30 kelompok usaha perempuan di berbagai daerah di Indonesia sebagai wujud komitmen BRI Peduli dalam mendukung pemberdayaan perempuan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

27 Ton Bantuan Korban Gempa NTT Diberangkatkan dari Lanud Halim

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:57

Merdeka dan Menderita

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:23

Legislator PDIP Dorong Penguatan SKK Migas Lewat Revisi UU 22/2001

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:59

TelkomGroup Tancap Gas Perbaiki Layanan Pascagempa NTT

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:32

Malam Renungan Suci

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:17

DOB Bekasi Utara Sangat Penting, Ini Alasannya

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:45

Jebolan Akmil 2003 Ini Siap Komandani Upacara HUT ke-81 RI di Istana

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:23

Koperasi dan Cacat Epistemologis Pemahaman

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:47

Kampung Binaan Pertamina Lubricants Dorong Ekonomi Sirkuler di Jakut

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:20

Buku ‘Transformasi Tata Kelola Perikanan Indonesia’ Jawab Masalah Ekonomi Biru hingga PIT

Senin, 17 Agustus 2026 | 01:55

Selengkapnya