Berita

Progres perbaikan infrastruktur dan layanan TelkomGroup pada agenda Rapat Koordinasi Penanganan Gempa wilayah Nusa Tenggara Timur, bersama jajaran pemerintah dan BUMN, di Labuan Bajo, Minggu, 16 Agustus 2026. (Foto: Humas Telkom)

Nusantara

TelkomGroup Tancap Gas Perbaiki Layanan Pascagempa NTT

SENIN, 17 AGUSTUS 2026 | 04:32 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) tanggap melakukan langkah percepatan pemulihan layanan telekomunikasi dan digital pasca-gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026. 

Bencana yang terjadi menyebabkan terganggunya sejumlah infrastruktur telekomunikasi TelkomGroup yang berdampak pada penurunan kualitas layanan mobile dan fixed broadband serta layanan digital lainnya di beberapa titik terdampak. Dengan mengutamakan keselamatan personel, TelkomGroup mengerahkan sumber daya teknis serta mengoptimalkan sistem suplai listrik cadangan untuk menjaga konektivitas masyarakat tetap tersedia di tengah kondisi darurat.

“Alhamdulillah trafik sudah berangsur normal, walaupun pada awalnya terdapat sekitar 50 persen BTS Telkomsel terganggu, tapi saat ini sejalan dengan upaya percepatan perbaikan yang kami lakukan dan listrik yang mulai kembali, sebagian besar sudah pulih. Telkom berkomitmen untuk melakukan perbaikan secara cepat, aman, dan terkoordinasi sekaligus memperkuat ketahanan jaringan melalui backup,” ujar Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, pada agenda Rakor Penanganan Gempa wilayah Nusa Tenggara Timur, Minggu, 16 Agustus 2026.


Sebanyak 85 persen dari total 735 site BTS Telkomsel telah kembali beroperasi, sementara sisanya masih dalam proses penanganan. Pemulihan terus diprioritaskan di sejumlah wilayah terdampak, antara lain Nagekeo, Manggarai Timur, Manggarai, Manggarai Barat, Alor, Ende, dan Ngada, dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan kesiapan infrastruktur pendukung.

Progres tersebut menunjukkan proses pemulihan yang berlangsung cepat, di mana sekitar 400 BTS dan 2.600 pelanggan IndiHome (fixed broadband) yang sempat terdampak pada awal gempa telah dipulihkan dalam waktu kurang dari 24 jam. Kondisi layanan juga berangsur baik, saat ini sebanyak 16.788 atau sebesar 98,3 persen dari total 17.062 pelanggan IndiHome telah terlayani, sementara lainnya masih dalam proses pemulihan layanan secara bertahap.

Dari sisi infrastruktur utama, jaringan backbone TelkomGroup masih berfungsi dengan baik berkat adanya jalur cadangan yang menjaga layanan tetap berjalan. Namun demikian, putusnya sejumlah fiber optik di darat dan laut menyebabkan kapasitas layanan di beberapa titik mengalami penurunan. Secara umum, jaringan TelkomGroup masih dalam kondisi aman, sementara perbaikan pada infrastruktur terdampak dan optimalisasi jalur cadangan dilakukan untuk memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga.

Guna mempercepat proses pemulihan, 300 tim teknis TelkomGroup bergerak di wilayah terdampak untuk melakukan asesmen, pemulihan jaringan, serta penanganan infrastruktur pendukung dengan berkoordinasi bersama pihak-pihak terkait. Upaya tersebut dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan titik prioritas dan keselamatan personel dan masyarakat sekitar. 

TelkomGroup juga terus memaksimalkan sumber daya listrik mandiri berupa genset bergerak dan genset tetap di masing-masing area. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keberlangsungan layanan sekaligus mendukung percepatan pemulihan sembari menunggu normalisasi pasokan listrik.

Dalam menjalankan proses pemulihan, TelkomGroup turut memperkuat sinergi dengan Danantara Indonesia, BP BUMN, Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, BUMN, BNPB dan BPBD, TNI/Polri, pemerintah daerah, serta mitra dan relawan. Kolaborasi dilakukan untuk mendukung percepatan pemulihan layanan sekaligus memastikan penanganan di lapangan berjalan aman dan terkoordinasi.

Sebagai bagian dari dukungan kepada masyarakat selama masa pemulihan, Telkomsel turut menyediakan Paket Darurat 3GB, 100 SMS, dan 300 menit telepon seharga Rp1 dengan masa berlaku tujuh hari yang dapat diaktifkan melalui 88820#. Layanan ini dihadirkan untuk membantu pelanggan tetap terhubung dan memperoleh akses komunikasi di tengah kondisi pascabencana.

Dian menambahkan bahwa konektivitas memiliki peran penting dalam mendukung masyarakat di tengah situasi bencana, sehingga upaya pemulihan terus dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Kami memahami bahwa di tengah situasi bencana seperti ini, konektivitas menjadi kebutuhan yang semakin vital bagi masyarakat, baik untuk berkomunikasi dengan keluarga maupun untuk memperoleh informasi dan dukungan yang dibutuhkan. Karena itu, dengan tetap mengutamakan keselamatan personel, seluruh tim TelkomGroup terus bergerak dan mengerahkan sumber daya yang diperlukan untuk mempercepat pemulihan layanan di wilayah terdampak. Kami akan terus berada di tengah masyarakat dan melakukan yang terbaik agar mereka dapat tetap terhubung dan kembali mendapatkan layanan konektivitas yang optimal,” tutup Dian.

TelkomGroup menyampaikan keprihatinan dan empati kepada masyarakat yang terdampak gempa bumi di NTT. Untuk informasi dan perkembangan terbaru terkait kondisi layanan serta penanganan bencana, masyarakat dapat menghubungi Hotline Tanggap Bencana TelkomGroup di 0800-111-9000 yang tersedia 24 jam dan bebas pulsa. Informasi resmi perusahaan juga dapat diperoleh melalui Media & Crisis Center TelkomGroup di corporate_comm@telkom.co.id serta kanal media sosial resmi Telkom Indonesia.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya