Berita

Hotel Jayakarta Suites Komodo Flores. (Foto: Dok. Pudjiadi Presitge Tbk)

Bisnis

Alami Kerusakan akibat Gempa Bumi

Rusak Berat Diguncang Gempa, Hotel Jayakarta Suites Komodo Flores Tutup Sementara

MINGGU, 16 AGUSTUS 2026 | 19:43 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Operasional Hotel Jayakarta Suites Komodo Flores di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditutup sementara usai mengalami kerusakan berat akibat guncangan gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026.

Keputusan penutupan fisik armada hotel tersebut disampaikan manajemen PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE) selaku induk usaha melalui rilis keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Sehubungan dengan bencana alam gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 lokasi Nagekeo, NTT, dengan intensitas IX (hebat), operasional fisik hotel ditutup sementara," tulis manajemen PNSE dalam keterangannya, Minggu, 16 Agustus 2026.


Hotel Jayakarta Suites Komodo Flores yang berlokasi di Jalan Pantai Pede, Labuan Bajo dilaporkan mengalami kerusakan parah pada lantai satu. Dinding bagian depan sepanjang kurang lebih 30 meter tampak hancur, sebagian tembok roboh, serta plafon bangunan jebol akibat kerasnya guncangan.

Seluruh tamu hotel telah dievakuasi. Sebagian wisatawan memilih kembali ke daerah asal, berpindah tempat penginapan, hingga ditampung sementara di kompleks biara biarawati setempat.

Meski fasilitas fisik di Labuan Bajo menghentikan layanan, perseroan menegaskan Business Continuity Plan berjalan lancar. Seluruh unit hotel lain milik entitas PNSE maupun anak usaha PT Hotel Juwara Warga tetap beroperasi secara normal.

Gempa bumi M 7,7 sebelumnya berpusat di laut pada kedalaman 15 kilometer, berjarak 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. Guncangan dahsyat ini dirasakan meluas hingga ke wilayah NTB dan Sulawesi Selatan.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya